Target pertumbuhan ekonomi enam persen tentu harus kita sambut dengan optimisme
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong agar target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada 2027 sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RAPBN 2027, berjalan dengan basis ekonomi pembangunan berkelanjutan.
“Target pertumbuhan ekonomi enam persen tentu harus kita sambut dengan optimisme. Kami turut mendorong dan mengawal agar pertumbuhan tersebut dibangun di atas fondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Eddy menilai bahwa transisi energi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Kemenekraf dorong kontribusi ekraf pada target pertumbuhan 6 persen
Dengan mengembangkan energi terbarukan, maka akan membuka ruang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Ketika kita membangun energi surya, panas bumi, hidro, bioenergi, jaringan listrik dan ekosistem kendaraan listrik, kita bukan hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan investasi, lapangan kerja dan industri baru. Inilah yang harus kita dorong agar transisi energi menjadi motor pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya, ketahanan energi juga menjadi pendukung penting dalam mencapai target pertumbuhan enam persen.
Apabila pertumbuhan ekonomi tinggi, maka kebutuhan energi juga meningkat. Oleh karena itu, Indonesia harus memastikan ketersediaan energi yang cukup, terjangkau, andal, dan semakin bersih.
Baca juga: RAPBN 2027: Navigasi pertumbuhan, disiplin fiskal, dan kesejahteraan
“Syarat mencapai target pertumbuhan ekonomi adalah ketersediaan energi yang cukup. Karena itu, kita harus memperkuat ketahanan energi dengan mempercepat diversifikasi menuju sumber energi terbarukan yang kita miliki sendiri,” katanya.
Eddy pun berharap arah kebijakan APBN 2027 dapat memberikan dukungan kuat terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan transisi energi sebagai sumber pertumbuhan baru.
“Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri, termasuk dalam menentukan sumber energi yang menopang pertumbuhan ekonominya. Oleh karena itu, target pertumbuhan 6 persen harus kita capai dengan ekonomi yang lebih hijau, energi yang lebih mandiri, dan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Baca juga: MPR apresiasi Prabowo: Ekonomi karbon harus jadi mesin pertumbuhan
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.