Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah titik longsor, patahan jalan hingga jembatan rusak telah ditangani dan fungsional kembali pascaterdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam tayangan Update Penanganan Pasca Gempabumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur-18 Agustus 20206 yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia di Jakarta Pusat pada Selasa sore mengatakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menangani dampak gempa di sejumlah ruas jalan nasional maupun jembatan.
Ia menyebutkan sebanyak 32 dari 33 titik longsor telah ditangani dan kembali fungsional, sementara 4 titik patahan jalan juga sudah ditangani dam kembali fungsional.
Adapun ruas jalan Wolowaru menuju Maumere kini juga telah dapat dilalui kendaraan setelah mendapat pembersihan dari timbunan material longsor akibat gempa.
Baca juga: Mendagri minta pendataan kerusakan sekolah dan rumah ibadah di NTT
Selain itu, Berton juga mengatakan 4 jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan juga telah ditangani dan saat ini telah kembali fungsional.
Salah satu jembatan yang telah berhasil dipulihkan ialah Jembatan Wae Pesi di ruas Ruteng-Kedindi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya mengalami kerusakan pada celah expansion joint dan telah berhasil ditutup.
Guna mendukung percepatan perbaikan infrastruktur dan akses pemberian berbagai bantuan, ia menyebutkan telah memobilisasi 7 unit excavator dan 4 unit loader di titik rawan.
Sementara terkait pemulihan sumber daya air, ia mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah melakukan koordinasi dan asesmen terkait kondisi infrastruktur daerah aliran sungai (DAS) di wilayah terdampak.
Berton menyebutkan BBWS Nusa Tenggara II juga telah mengerahkan 13 unit excavator, dengan rincian 3 unit di Kabupaten Sikka, 8 unit di Bendungan Mbay, 1 unit di Kabupaten Manggarai Barat dan 1 unit di Nangaroro serta menyiagakan 1 unit drilling rig dan 2 unit truck crane di workshop SNVT Air Tanah dan Air Baku Flores.
Baca juga: Total kerusakan rumah akibat gempa Flores capai 19.297 unit
Baca juga: Ketua DPR pastikan rakyat NTT tak sendirian
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.