Jenewa (ANTARA) - Bulan Juli 2026 tercatat menjadi bulan Juli terpanas kedua sepanjang sejarah di seluruh dunia yang tiba diiringi panas ekstrem, kekeringan berkepanjangan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sebagian besar wilayah bumi belahan Utara.
Sementara itu, Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada 11 Agustus 2026 menyampaikan bahwa situasi kontras berupa hujan lebat dan banjir menerjang sebagian kawasan lain.
Suhu udara permukaan rata-rata global pada Juli menyentuh 1,47 derajat celsius di atas perkiraan rata-rata praindustri untuk periode 1850-1900, demikian laporan Layanan Perubahan Iklim Copernicus yang dikutip WMO.
Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas sepanjang sejarah. Panas ekstrem terus berlanjut hingga Agustus, bahkan beberapa negara kini sedang menghadapi gelombang panas keempat mereka sejak Mei, demikian WMO.
Berikut deretan momen visual yang ditangkap dari musim panas Eropa yang teramat terik tahun ini.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.