Jakarta (ANTARA) - Pelukis asal Jerman yakni Christopher Lehmpfuhl memamerkan koleksi yang dilukis di luar ruang secara langsung (on the spot) dalam pameran SBY Art Community (SAC) bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration”.

Ikut berkolaborasi dalam pameran SAC serta melukis di berbagai lokasi bersama seniman SAC, ia mengakui terkesan dengan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yakni candi Borobudur serta mengakui ada tantangan tersendiri dalam melukiskan lanskap kota Jakarta.

“Melukis di sini di Jakarta, merupakan pengalaman yang luar biasa pemandangan dari balai kota sangat menakjubkan, saya mencoba menangkap bentuk kota ini, sungguh hal rumit untuk dijelaskan, maksud saya setiap kota memiliki bentuk, warna dan cahayanya sendiri. Jakarta tentu saja merupakan kota yang sedikit berpolusi dibandingkan kota yang lain,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Baca juga: SAC hadirkan pameran lukisan, merespons dinamika global dan persatuan

Baca juga: Fadli Zon: Seni budaya menjadi kekuatan yang menyatukan

Christopher yang mewakili Kornfeld Galerie Berlin menampilkan rekaman visual yang ia gambarkan dengan metode melukis menggunakan jari tangan serta teknik khas dengan mengaplikasikan lapisan ini dari tebal secara langsung di atas kanvas.

Selama dua minggu, ia melukis bersama para seniman SAC di Jakarta, Cisarua, Borobudur, dan Pacitan, menjadikan setiap lokasi sebagai ruang dialog antara pengalaman yang dihayati, cahaya, cuaca, materialitas, dan kehadiran fisik pelukis.

Ia menerjemahkan pengalamannya di Indonesia menjadi permukaan-permukaan lukisan yang kaya akan tekstur, warna, gerak, dan cahaya.

Pelukis asal Jerman yakni Christopher Lehmpfuhl memamerkan koleksi yang dilukis di luar ruang secara langsung (on the spot) dalam pameran SBY Art Community (SAC) bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” di Jakarta, Selasa (18/8/2026). ANTARA/Sinta Ambar (Sinta)

Jakarta menghadirkan suasana kota metropolitan, Borobudur memancarkan resonansi spiritual sebagai sebuah warisan dunia sementara bentang pegunungan Cisarua dan pesisir selatan Pacitan menawarkan pengalaman yang sama menariknya dalam memperlihatkan keragaman lanskap Indonesia.

Sebagai salah satu pelukis en plein air kontemporer terkemuka di Jerman, kehadiran Christopher Lehmpfuhl di Indonesia pada Juli-Agustus 2026 menjadi bagian penting dari sebuah kolaborasi artistik dan budaya, sister city Jakarta-Berlin.

Ia juga menghadirkan lukisan potret berupa sketsa beberapa relief candi Borobudur yang menurutnya berkesan berkat stupa dan lekuk khas yang dimiliki bangunan warisan dunia yang sarat akan sejarah dan nilai religius itu.

Pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” ini merupakan tema pameran kedua sejak dibentuknya badan SBY Art Community (SAC) oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berlangsung pada 18–30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Ia juga menghadirkan lukisan potret beberapa relief candi Borobudur yang menurutnya berkesan berkat stupa dan lekuk khas yang dimiliki bangunan warisan dunia yang sarat akan sejarah dan nilai religius itu.

Pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” ini merupakan tema pameran kedua sejak dibentuknya badan SBY Art Community (SAC) oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) yang berlangsung pada 18–30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Baca juga: SAC hadirkan pameran lukisan, merespons dinamika global dan persatuan

Baca juga: SBY Art Community gaungkan perdamaian lewat pameran “Art for Peace

Baca juga: Puluhan seniman gelar aksi melukis bersama di Museum SBY*Ani Pacitan

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.