Jakarta (ANTARA) - Pengamat mode Lisa Fitria menilai Indonesia perlu melakukan sejumlah hal, salah satunya meningkatkan daya saing, untuk mengembangkan industri modest fashion atau busana sopan.
"Peluangnya itu sangat besar, Indonesia memiliki ekosistem yang relatif lengkap, mulai dari desainer, merek busana sopan, industri tekstil, wastra, kemudian pasar konsumen, komunitas Muslim dan kegiatan-kegiatan dan komunitas yang mendukung perkembangan busana sopan," kata Lisa kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Lisa yang merupakan salah satu seorang Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu menyampaikan peluang bagi industri busana sopan di Indonesia untuk berkembang sangat besar.
Baca juga: Modest Lux Sarinah hadir untuk perkuat ekosistem busana sopan Indonesia
Peluang itu didorong oleh ekosistem yang lengkap hingga berbagai acara berskala internasional yang mengusung gaya hidup halal digelar di Indonesia. Pemerintah melalui kementerian terkait pun menurut Lisa juga terus bekerja keras menjadikan Indonesia sebagai tempat yang dapat dengan nyaman dikunjungi umat Muslim di seluruh dunia.
Lisa menilai hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah dengan meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku industri busana sopan agar tidak hanya kuat secara global, tetapi, juga para jenama memiliki standar global dalam hal desain, kualitas produk, ukuran, material, keberlanjutan, rantai pasok, promosi dan juga konsistensi produksi.
Persepsi mengenai busana sopan juga perlu dikembangkan. Pakaian tersebut perlu diperkenalkan sebagai produk yang tidak dikhususkan secara spesifik bagi umat Muslim saja, tetapi, menjadi busana yang bisa digunakan secara universal.
Selain itu, Lisa juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional agar dapat membawa para desainer dan jenama lokal melangkah ke acara besar baik berupa fashion week (pekan busana), pameran dagang, pertemuan dengan pembeli serta platform fesyen internasional.
"Pada saat yang sama industri kita juga harus siap menerima buyer (pembeli) global dengan kapasitas produksi dan standar bisnis yang profesional," kata dia menambahkan.
Baca juga: IFC: Industri "modest fashion" perlu lebih banyak dukungan pemerintah
Para pelaku industri fesyen di Indonesia juga bisa menikmati keuntungan dari perkembangan tren busana sopan. Para pelaku usaha fesyen sudah punya pengalaman panjang dalam membuat busana-busana sopan.
"Itu juga terbukti dari Islamic Global Report, Indonesia menjadi urutan pertama sebagai pusat inovasi dan juga kreativitas dalam hal desain busana Muslim atau busana sopan," kata Lisa.
Di samping itu, Lisa menyampaikan, kaum muda sekarang meminati busana-busana yang memadukan unsur tradisional dengan modernitas.
Kecenderungan ini bisa mendorong peningkatan penggunaan wastra Indonesia dalam industri fesyen, dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi para perajin kain tradisional di berbagai daerah.
"Jadi, arah perkembangannya bukan sekedar membuat fesyen Indonesia untuk pasar internasional, tetapi, juga menciptakan fesyen global dengan DNA Indonesia," kata Lisa.
Baca juga: Potensi busana sopan Indonesia sebagai pemain utama di industri global
Baca juga: Indonesia berpeluang menjadi pusat busana sopan dunia
Baca juga: Keindahan bunga bermekaran hadir lewat "Blossomea"
Baca juga: Wamenekraf: RI berpeluang jadi pusat fesyen "modest" dan berkelanjutan
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.