Jakarta (ANTARA) - PT Sucofindo (Persero) dan Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co Ltd (HCETS) memperkuat sinergi dalam rangka mendorong solusi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WTE) secara berkelanjutan.

Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan sinergi strategis ini diarahkan untuk menghadirkan solusi WTE yang dapat membantu menekan beban sampah perkotaan, sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna dan President Director of Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co Ltd Zhou Yitian.

Sandry mengatakan kerja sama ini merupakan fondasi penting bagi kedua pihak dalam membangun kolaborasi yang berorientasi pada upaya berkelanjutan sekaligus mendorong hadirnya solusi hijau yang memberikan manfaat secara luas.

"Indonesia membutuhkan solusi yang andal untuk mengurangi beban sampah perkotaan, salah satunya melalui upaya WTE. Namun, keberhasilan proyek WTE tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. Kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah, kualitas desain dan konstruksi, kesiapan operasional, keandalan aset, pengendalian emisi, pengelolaan residu merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan secara menyeluruh," tuturnya.

Sandry juga menyebutkan pengembangan WTE di Indonesia masih memiliki sejumlah aspek yang dapat diperkuat, khususnya secara teknis.

"Kami berkomitmen memberikan assurance yang objektif untuk memastikan aspek kualitas telah dibangun sejak tahap awal proyek, sekaligus memastikan fasilitas WTE dapat beroperasi secara aman dan andal serta didukung oleh bukti teknis dan lingkungan yang memadai," katanya.

Baca juga: Sejumlah konsorsium perusahaan Indonesia-China jadi mitra PSEL

Baca juga: OASA kerja sama dengan perusahaan China dalam proyek PSEL Cipeucang

Menurut dia, dalam pengembangan fasilitas WTE atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), perusahaan berperan dalam memberikan assurance mulai dari tahap pembangunan, pengoperasian, hingga perawatan fasilitas.

Peran tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan proyek memenuhi aspek kualitas, keselamatan, keandalan, serta persyaratan teknis dan lingkungan yang berlaku.

Dengan demikian, melalui sinergi ini, kedua pihak diharapkan dapat memperoleh hasil yang konkret dan memberikan manfaat timbal balik.

HCETS dapat memperoleh mitra TIC Indonesia yang kredibel dengan jangkauan nasional serta pemahaman terhadap kondisi lokal.

Di sisi lain, Sucofindo dapat mempercepat pengembangan pengetahuan, kompetensi sumber daya manusia, dan metodologi teknis di bidang WTE.

"Sinergi ini tidak hanya memperkuat peran kami sebagai lembaga assurance yang independen, tetapi juga membuka peluang bagi terciptanya dampak positif yang lebih luas dalam upaya keberlanjutan. Kami meyakini kolaborasi ini dapat membawa solusi WTE yang berkelanjutan dari tingkat lokal hingga ke tingkat global," ucapnya.

Lebih lanjut, Sandry menegaskan kerja sama bilateral ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) secara global.

Menurutnya, pengembangan solusi WTE yang tepat tidak hanya berkontribusi terhadap pengelolaan sampah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya transisi menuju ekosistem yang lebih berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa melalui kolaborasi erat lintas negara, didukung oleh kapabilitas Sucofindo sebagai perusahaan testing, inspection, and certification (TIC), upaya untuk mendukung pencapaian net zero emission secara global dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan," tegasnya.

Sementara, Zhou Yitian menyampaikan China dan Indonesia memiliki potensi yang sangat kuat untuk saling melengkapi, baik dari sisi sumber daya industri, kapabilitas teknologi, maupun kebutuhan pasar.

Kondisi ini menjadi landasan yang kokoh untuk semakin memperkuat dan memperluas kerja sama kedua negara.

Baca juga: Menko Pangan: Pirolisis lengkapi PSEL tangani sampah nasional

Baca juga: Danantara percepat transformasi sampah jadi energi lewat DPT Baru

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.