Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi berkekuatan M7,7 sehingga pada Selasa (18/8), pukul 17.40 WITA, seluruh pelanggan yang terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik.
“Alhamdulillah, kita bisa menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Flores. Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Darmawan mengatakan bahwa tuntasnya pemulihan sistem kelistrikan Flores menjadi bagian dari upaya PLN untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana.
Darmawan menyampaikan bahwa proses pemulihan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang membantu PLN menghadapi kondisi pascabencana. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas dukungan dan koordinasi dalam proses pemulihan ini.
“Apresiasi juga kami sampaikan kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat yang ikut membantu di lapangan. Ada yang membantu membuka akses, memberikan informasi mengenai kondisi wilayah, sampai mendukung petugas ketika melakukan pemulihan. Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat kita bisa melewati situasi yang sulit bersama-sama,” kata Darmawan.
Darmawan menambahkan, pulihnya sistem kelistrikan secara menyeluruh turut mendukung pemulihan aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di Labuan Bajo.
“Pemulihan kelistrikan di Labuan Bajo menjadi bagian dari dukungan PLN bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini. Kami ingin memastikan kelistrikan terus mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia Timur,” ujar Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan personel, material, dan peralatan ke sejumlah lokasi terdampak.
“Sejak gempa terjadi, kami langsung melakukan asesmen terhadap kondisi jaringan di seluruh wilayah terdampak. Kami menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan secara bertahap,” kata Eko.
Ia menjelaskan, proses pemulihan juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, seperti akses menuju beberapa lokasi yang mengalami kendala akibat dampak gempa.
“Petugas harus melakukan pemeriksaan titik demi titik sebelum jaringan dapat dinormalkan kembali. Di beberapa lokasi, kondisi akses dan infrastruktur yang terdampak menjadi tantangan tersendiri. Personel, material, dan peralatan terus kami mobilisasi agar setiap titik dapat segera ditangani dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” ucap dia menjelaskan.
Eko menambahkan, setelah seluruh sistem kelistrikan Flores pulih 100 persen, PLN tetap menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan dan mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Di tengah proses pemulihan, PLN juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dinas sosial, hingga aparat keamanan agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi.
Baca juga: BNPB: Pemulihan listrik 99,9 persen pascagempa di Flores timur dan barat
Baca juga: Dirut PLN: Personel dikerahkan penuh atasi listrik pascagempa NTT
Baca juga: PLN berhasil pulihkan 11 gardu induk pasokan utama kelistrikan Flores
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.