Jakarta (ANTARA) - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat aktivitas sektor pergudangan modern di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) masih menunjukkan ketahanan pada kuartal II 2026 di tengah perlambatan ekonomi makro, tercermin dari tingkat okupansi yang mencapai sekitar 95 persen.
Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah dalam taklimat media di Jakarta, Selasa, mengatakan permintaan pergudangan masih aktif, didorong oleh aktivitas manufaktur, perdagangan, dan e-commerce.
Permintaan tersebut juga berasal dari berbagai sektor, antara lain operator last-mile delivery, perusahaan logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL), fast-moving consumer goods (FMCG), serta industri perangkat listrik dan elektronik.
“Dari jumlah permintaan logistik, okupansinya masih di 95 persen. Masih banyak logistik dan e-commerce yang cukup aktif, dan kami juga melihat dari cold storage pertumbuhannya terus meningkat,” kata Farazia.
Pada kuartal II 2026, JLL mencatat pasokan baru pergudangan modern di Jabodetabek mencapai 75.500 meter persegi, sedangkan permintaan bersih (net demand) tercatat 35.600 meter persegi.
Dengan perkembangan tersebut, tingkat okupansi pergudangan modern di Jabodetabek mencapai 95 persen pada periode yang sama.
Menurut Farazia, aktivitas sektor logistik dan industri juga didukung oleh investasi asing langsung (FDI) yang masih tumbuh.
Pada kuartal II 2026, FDI Indonesia tercatat meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 50 persen investasi tersebut berasal dari sektor manufaktur.
Selain manufaktur, sektor pertambangan menjadi salah satu kontributor utama investasi. Sementara itu, sektor jasa lainnya, termasuk data center, juga menunjukkan peningkatan seiring pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ia menyebutkan salah satu indikator pertumbuhan investasi di sektor logistik terlihat dari transaksi akuisisi sejumlah perusahaan logistik oleh I Squared pada awal Agustus 2026.
Perusahaan investasi infrastruktur yang berbasis di Miami, AS, tersebut sebelumnya telah berinvestasi di Indonesia pada sektor serat optik dan pusat data.
Kini, I Squared memperluas portofolionya ke sektor logistik melalui akuisisi lima perusahaan logistik, termasuk perusahaan pergudangan yang memiliki jaringan di Jakarta, Jabodetabek, Bogor, dan Surabaya.
Menurut Farazia, transaksi tersebut menunjukkan investor masih melihat prospek sektor logistik Indonesia meskipun kondisi makroekonomi mengalami perlambatan.
“Meski pasar Indonesia mungkin sedikit melambat dari sisi makroekonomi, kami melihat okupansi logistik masih 95 persen,” katanya.
Ia menilai keberlanjutan permintaan pergudangan dan logistik, termasuk dari sektor e-commerce, menjadi salah satu faktor yang membuat investor tetap optimistis terhadap pasar Indonesia.
Baca juga: JLL: Pergudangan Jabodetabek catat performa positif pada kuartal I
Baca juga: Peningkatan produksi beras berdampak positif pada sektor pergudangan
Baca juga: Pemerintah bangun lima gerai pergudangan perlengkapan KDMP di Bantul
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.