Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengenalkan gerakan "Warga Cegah Kebakaran" di Kecamatan Tambora sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran sejak dini.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi serta simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Menurut Iin, pencegahan kebakaran harus menjadi gerakan bersama, terutama di Kecamatan Tambora dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Gerakan ini menjadi penanda bahwa seluruh warga Jakarta Barat kita harapkan bersama-sama mencegah kejadian kebakaran di wilayah masing-masing,” ujar Iin di Jakarta, Selasa.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih di tengah kondisi cuaca yang panas. Iin meminta, masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah maupun lingkungan tempat usaha telah terpasang sesuai standar keselamatan.
“Saya minta masyarakat selalu mengecek instalasi listrik serta menggunakan produk kelistrikan yang berstandar SNI. Mengingat korsleting listrik masih menjadi pemicu utama kebakaran,” katanya.
Selain masyarakat, Iin meminta para pelaku usaha, pemilik pabrik, dan pengelola gudang memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang layak dan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Ia bahkan menginstruksikan jajaran Kecamatan Tambora, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, serta Satpol PP melakukan pengecekan APAR di sejumlah tempat usaha.
“Saya instruksikan Camat Tambora, Sudin Gulkarmat Jakbar, serta Satpol PP untuk segera turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan APAR di setiap tempat usaha. Jangan sampai ada yang mengabaikan aturan keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri mengatakan, Kecamatan Tambora terdiri dari 11 kelurahan, 96 RW, dan 1.083 RT.
Hingga saat ini, sebanyak 79 RW telah mendapatkan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Sementara itu, sosialisasi terhadap 17 RW lainnya ditargetkan segera diselesaikan.
“Keberadaan APAR perlu terus dijaga kelayakannya melalui pemeriksaan, pemeliharaan dan edukasi penggunaannya,” ujarnya.
Menurut Suheri, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat telah mendistribusikan 449 APAR. Selain itu, pihaknya juga menerima dukungan 1.264 APAR mandiri dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Baca juga: Pemkab Probolinggo edukasi warga dan terapkan EWS cegah karhutla Bromo
Baca juga: Pemkot Jaksel imbau warga tidak bakar sampah untuk cegah kebakaran
Baca juga: Warga Muara Angke minta APAR untuk cegah risiko kebakaran di pesisir
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.