Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menilai penyebutan ‘pelaku’ pada orang yang berkecimpung di UMKM konotasinya negatif, sehingga diganti jadi ‘pengusaha’ UMKM.

“Jadi sebagaimana arahan Bapak Menteri kalau misalkan kata-kata pelaku usaha itu kan cenderung konotasinya terhadap hal-hal yang negatif. Maka dari itu, agar kita menyemangati para pengusaha UMKM makanya kita ganti jadi pengusaha,” ujar Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Berry Fauzy di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa.

Berry Fauzy menyampaikan hal itu di hadapan pengusaha UMKM saat menjadi pembicara dalam Temu Bisnis Terarah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara.

Menurut dia, dengan diganti penyebutan sebagai pengusaha tentu semangat berusaha pun semakin bertambah.

Baca juga: Holding UMKM Klaster Perkebunan ekspor 16 ton lada putih ke Belanda

“Nah kita inginkan bahwa UMKM ini bukan salah satu keterpaksaan, melainkan pilihan usaha,” katanya.

Sebab, lanjutnya, ada yang merasa jadi UMKM itu keterpaksaan. Padahal UMKM itu adalah pilihan untuk berusaha.

Karena itu, baik usaha skala mikro, kecil, menengah dan lain sebagainya, Kementerian UMKM mendorong dengan nama pengusaha UMKM agar bisa semangat dalam melakukan usahanya.

“Itu semua kita sosialisasikan ke secara nasional dan termasuk di Kaltara dalam Temu Bisnis Terarah yang dihadiri pengusaha UMKM ini,” kata Berry.

Pewarta: Agus Salam
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.