Jakarta (ANTARA) - Buah menjadi salah satu makanan yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, buah juga merupakan sumber serat yang baik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Namun, masih banyak orang yang bingung mengenai waktu terbaik untuk makan buah. Ada yang menganggap buah sebaiknya dikonsumsi sebelum makan agar lebih mudah dicerna. Sebagian lainnya memilih makan buah setelah makan sebagai pencuci mulut.
Lantas, sebenarnya lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan?
Baca juga: Ahli gizi jelaskan pengaruh buah sebelum tidur terhadap gula darah
Baca juga: 7 Manfaat makan camilan buah kering bagi kesehatan tubuh
Tidak ada waktu khusus yang wajib untuk makan buah
Pada dasarnya, tidak ada aturan umum yang mengharuskan seseorang makan buah sebelum atau sesudah makanan utama. Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan buah harian terpenuhi dan memilih buah utuh dibandingkan produk olahan dengan tambahan gula.
Sistem pencernaan manusia juga memang dirancang untuk mencerna berbagai jenis makanan yang dikonsumsi secara bersamaan. Makanan yang masuk ke lambung akan diproses secara bertahap sebelum nutrisi diserap di usus halus.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa waktu pencernaan dapat berbeda-beda tergantung jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Rata-rata, makanan membutuhkan sekitar enam jam untuk melewati lambung dan usus halus sebelum kemudian masuk ke usus besar.
Artinya, anggapan bahwa buah yang dimakan setelah makanan utama akan "membusuk" di dalam lambung karena harus menunggu makanan lain dicerna tidak sesuai dengan cara kerja sistem pencernaan.
Makan buah sebelum makan bisa membantu rasa kenyang
Meski tidak ada aturan wajib mengenai waktu makan buah, mengonsumsinya sebelum makanan utama bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin merasa lebih kenyang.
Buah utuh umumnya mengandung banyak air dan serat. Kandungan tersebut dapat memberikan rasa kenyang sehingga seseorang tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan setelahnya.
Namun, bukan berarti buah harus selalu dimakan sebelum makanan utama. Buah juga dapat dikonsumsi sebagai camilan di antara waktu makan.
Mayo Clinic bahkan memberikan contoh pola makan yang memasukkan buah dalam sarapan, makan siang, makan malam, maupun sebagai camilan.
Baca juga: Manfaat makan buah untuk penderita diabetes dan menurunkan berat badan
Makan buah setelah makan juga tidak masalah
Bagi yang lebih suka makan buah setelah makanan utama, tidak perlu khawatir. Buah tetap bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Buah yang dikonsumsi setelah makan juga tetap akan dicerna dan nutrisinya dapat diserap tubuh. Tidak ada keharusan untuk memberikan jeda khusus hanya karena buah dikonsumsi setelah makanan utama.
Bahkan, bagi sebagian orang, makan buah setelah makan bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Misalnya, seseorang dapat menjadikan potongan pepaya, semangka, pisang, apel, atau jeruk sebagai bagian dari menu setelah makan.
Yang perlu diperhatikan justru jumlah makanan secara keseluruhan dan kondisi tubuh masing-masing.
Yang lebih penting adalah jenis buahnya
Daripada terlalu memikirkan apakah buah harus dimakan sebelum atau sesudah makan, perhatian sebaiknya lebih banyak diberikan pada jenis dan bentuk buah yang dikonsumsi.
Buah utuh menjadi pilihan yang baik karena mengandung serat. Serat tidak sepenuhnya dicerna tubuh dan memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa serat dapat menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme yang hidup di dalam usus.
Baca juga: Makan buah dan sayur setiap hari demi jaga kesehatan saluran cerna
Mayo Clinic juga menyarankan agar konsumsi buah lebih sering dilakukan dalam bentuk buah utuh. Saat buah diolah menjadi jus, sebagian ampas dan kulit dapat hilang sehingga kandungan seratnya juga berkurang.
Karena itu, makan buah secara utuh, umumnya lebih menguntungkan dibandingkan hanya meminum sari buahnya saja.
Jadi, lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan?
Jawabannya, keduanya boleh. Tidak ada bukti bahwa buah harus selalu dimakan sebelum makanan utama agar dapat dicerna dengan lebih baik.
Jika makan buah sebelum makan membuat Anda lebih nyaman atau membantu mengontrol rasa lapar, kebiasaan tersebut bisa dipertahankan. Sebaliknya, jika lebih suka makan buah setelah makan atau menjadikannya camilan, hal itu juga tidak menjadi masalah.
Yang terpenting adalah mengonsumsi buah secara rutin dalam bentuk yang minim proses, terutama buah utuh, serta menjaga pola makan secara keseluruhan.
Jadi, tidak perlu terlalu pusing menentukan "aturan jam" makan buah. Selama tubuh nyaman dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, buah bisa dinikmati sebelum makan, sesudah makan, maupun di sela-sela waktu makan.
Baca juga: Tak perlu dikupas, ini 7 buah penuh gizi yang kulitnya aman dikonsumsi
Baca juga: Dietisien tak sarankan diet dengan hanya konsumsi buah
Baca juga: Ahli: Buah dan sayur penting dalam MBG karena siswa rentan anemia
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.