Washington DC (ANTARA) - Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella, Selasa (18/8), meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menangguhkan untuk sementara tarif yang dikenakan terhadap produk-produk Kolombia.

De La Espriella mengatakan permintaan itu disampaikan melalui percakapan telepon dengan Rubio yang disebutnya “sangat membuahkan hasil”. Ia menambahkan bahwa prosedur formal harus diselesaikan sebelum tarif tersebut dapat ditangguhkan.

“Saya kembali menyampaikan permintaan untuk menangguhkan sementara tarif yang dikenakan terhadap produk-produk Kolombia. Prosedur harus diselesaikan untuk mewujudkan hal tersebut, dan Pemerintah Amerika Serikat sepenuhnya bersedia melanjutkan proses untuk mencapai tujuan itu,” katanya melalui platform media sosial AS, X.

De La Espriella mengatakan dirinya telah menginstruksikan Menteri Perdagangan Mauricio Gomez untuk berangkat ke Washington pada Selasa guna memimpin perundingan dan mengupayakan penangguhan sementara tarif tersebut.

Permintaan itu disampaikan ketika AS terus memberikan bantuan kepada Kolombia setelah gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut pada 10 Agustus. De La Espriella berterima kasih kepada Rubio atas bantuan ekonomi dan kemanusiaan AS serta dukungan pencarian dan penyelamatan.

Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa Rubio berbicara dengan De La Espriella pada Selasa. Pembicaraan tersebut berfokus pada kelanjutan dukungan AS bagi warga Kolombia yang terdampak gempa.

“Amerika Serikat telah memberikan bantuan kemanusiaan darurat senilai 26,5 juta dolar AS, mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, serta menyediakan penerbangan angkutan udara C-130 untuk membantu pemulihan Kolombia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Kolombia minta Trump tangguhkan tarif impor pascagempa M7,4

Baca juga: Gustavo Petro minta Trump tak campuri kampanye pemilu Kolombia

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.