Hong Kong (ANTARA) - Survei yang dilakukan Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong (HKTDC) menyebutkan bahwa 91 persen perusahaan dari China berniat untuk mengembangkan jejak bisnis di negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Hasil survei tersebut muncul di tengah terus meningkatnya popularitas negara-negara mitra pembangunan bersama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra secara umum sebagai pasar global utama bagi perusahaan-perusahaan China.

Sebanyak 94 persen dari 2.000 lebih perusahaan yang disurvei mengatakan mereka ingin memperluas jangkauan bisnis ke negara-negara tersebut.

Di antara negara-negara ASEAN, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Malaysia masing-masing dipilih oleh lebih dari 40 persen responden sebagai pasar potensial, menurut survei tersebut.

Sementara itu, sebanyak 83 persen responden menyebut Hong Kong sebagai penyedia layanan utama yang dapat membantu perusahaan memperluas jangkauan bisnis secara global. Hal tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia serta keunggulan Hong Kong dalam bidang pemasaran, akuntansi, pembiayaan, dan manajemen rantai pasokan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.