Jakarta (ANTARA) - Gelandang anyar Moussa Bagayoko mengungkapkan alasan dirinya untuk bergabung dengan klub BRI Super League PSS Sleman untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

"Ya, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia. Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini," ungkap Bagayoko, dikutip dari laman resmi klub, Rabu.

"Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini," sambung pemain berkebangsaan Mali tersebut.

Bagayoko menjelaskan saat ini dirinya terus berupaya untuk melakukan adaptasi bersama PSS Sleman setelah menjalani agenda pramusim bersama Super Elang Jawa selama empat pekan terakhir.

Dia menjelaskan selama masa pramusim, sesi latihan bersama PSS Sleman memiliki tujuan untuk menempa fisik dan kemampuan teknis, serta membangun chemistry, memahami filosofi permainan.

Baca juga: Pieter Huistra terkesan dengan penggawa muda PSS Sleman

Bagayoko menilai proses tersebut berjalan mulus karena karakter dirinya yang mudah beradaptasi dengan cepat menyatu dengan lingkungan baru, mengenal rekan-rekan setim, serta perlahan menemukan ritme permainan yang diinginkan tim pelatih.

"Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi. Sejauh ini, saya merasa proses adaptasi dengan tim berjalan sangat baik, dan bisa dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan di dalam tim," jelas Bagayoko.

Ia melanjutkan sepak bola bukan sekadar permainan di atas lapangan, melainkan cara berkomunikasi yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya.

Dirinya menilai melalui sepak bola, ia menemukan cara untuk membangun kedekatan, memahami karakter, dan menciptakan chemistry bersama rekan-rekannya di skuad Super Elja.

"Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim," pungkasnya.

Baca juga: Uji coba dengan Persita, PSS Sleman petik pengalaman berharga

Baca juga: Pieter Huistra berupaya benahi aspek teknis dan taktik PSS Sleman

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.