Jakarta (ANTARA) - ​​​​​PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan pasokan bahan bakar avtur untuk menjaga konektivitas udara di Bandara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pascabencana gempa bumi pada 15 Agustus lalu.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan gempa tersebut turut berdampak pada jalur distribusi avtur menuju Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo, baik dari jalur utama Fuel Terminal Reo maupun jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende.

"Untuk menjaga kontinuitas pasokan, Pertamina Patra Niaga menjalankan pola penyaluran darurat atau emergency supply dari Integrated Terminal Bima," ujarnya.

Pengiriman dari Bima, NTB, ke Labuan bajo menggunakan mobil tanki atau bridger avtur melalui jalur laut, sehingga memakan waktu lebih lama dari kondisi normal.

Kitty mengatakan upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi penerbangan tetap terlayani di tengah kondisi jalur distribusi yang belum sepenuhnya pulih.

Berbagai skema pasokan alternatif disiapkan untuk menjaga konektivitas udara.

"Dalam situasi pascabencana, konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan," jelasnya.

Baca juga: Pertamina percepat operasional Terminal BBM Reo pasca-gempa NTT

Baca juga: Pascagempa, Pertamina pastikan pasokan energi NTT tetap terjaga

Selain itu, lanjut Kitty, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengantisipasi kebutuhan avtur penerbangan menuju Labuan Bajo.

Pasokan dioptimalkan melalui penambahan volume pengisian avtur di bandara keberangkatan serta pemanfaatan bandara alternatif di Lombok, NTB; Kupang, NTT; dan Denpasar, Bali, sesuai kebutuhan operasional.

"Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif," ucapnya.

Kitty menambahkan Pertamina Patra Niaga terus memantau pasokan dan stok avtur di Labuan Bajo serta bandara di sekitarnya.

"Pengaturan ini akan terus disesuaikan selama masa pemulihan agar kebutuhan penerbangan tetap dapat terlayani hingga jalur distribusi menuju Bandara Komodo Labuan Bajo kembali normal," sebutnya.

Baca juga: Pemerintah prioritaskan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT

Baca juga: Baznas RI dirikan dapur umum bantu korban bencana gempa bumi di NTT

Baca juga: BNPB kirimkan 165,9 ton bantuan untuk warga terdampak gempa NTT

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.