Gunakan cara manual. Alat kita sudah banyak untuk pengelolaan lahan, jadi tidak boleh lagi dibakar
Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengimbau petani membuka lahan secara manual dengan mengoptimalkan alat pertanian yang tersedia untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu, mengatakan pembukaan lahan tidak perlu dilakukan dengan cara membakar karena petani dapat memanfaatkan berbagai peralatan pertanian yang tersedia untuk mengelola lahan secara manual tanpa meningkatkan risiko kebakaran.
“Gunakan cara manual. Alat kita sudah banyak untuk pengelolaan lahan, jadi tidak boleh lagi dibakar,” ujarnya.
Baca juga: BPBD: Penegakan hukum larangan pembakaran lahan sangat krusial
Dia mengatakan kemarau panjang menyebabkan kegiatan penanaman padi belum berlangsung secara masif karena keterbatasan air, meskipun sejumlah petani masih dapat melakukan penanaman secara terbatas dengan memanfaatkan sumur bor, sumur pantek, maupun akses terhadap sumber air sungai.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena keberlanjutan kegiatan pertanian tetap diperlukan untuk menjaga produksi dan ketersediaan pangan, terutama dengan memastikan petani dapat kembali mempercepat penanaman ketika curah hujan mulai meningkat.
Ia menegaskan ketersediaan kebutuhan pokok di Kalsel masih dalam kondisi aman, namun pemerintah setempat terus melakukan langkah untuk menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masyarakat selama kemarau berlangsung.
Baca juga: Menkopolkam minta Kalteng dan Kalbar hentikan izin pembakaran lahan
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.