Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek, yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan
Pekanbaru, (ANTARA) - Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di Kawasan Habitat Harimau Sumatera, Suaka Margasatwa Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan Ajun Komisaris Besar Polisi John Louis Letedara memimpin langsung operasi darurat pemadaman api di kawasan rawan tersebut. Operasi ini melibatkan kekuatan dari berbagai instansi terkait guna mencegah meluasnya jangkauan api di lahan gambut kering.
"Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek, yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan," kata John dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Rabu.
Baca juga: Manggala Agni: Luas karhutla di Inderagiri Hulu Riau capai 434 hektare
Proses pemadaman, lanjutnya, tim menghadapi kendala akibat ketebalan lahan gambut yang menyimpan bara api hingga ke lapisan dalam bumi. Kondisi ini memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan para petugas di lapangan.
Tantangan tim gabungan semakin bertambah akibat keterbatasan sumber air dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan operasional. Jarak tempuh dari sumber air ke lokasi sekitar 25 kilometer.
Baca juga: BPBD: 159 desa dan kelurahan di Riau berpotensi rawan karhutla
Untuk mempercepat pemadaman, kata dia, sebanyak lima ekskavator juga dikerahkan guna memotong jalur api. Sedangkan helikopter pembom air melakukan pemadaman dari udara.
"Sinergi ini berhasil menjinakkan api di permukaan, namun tim gabungan masih bersiaga melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam," ujarnya.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 87 titik panas terdeteksi tersebar di berbagai wilayah Provinsi Riau, pada Rabu (19/8). Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbanyak dengan 40 titik panas.
Baca juga: Pemerintah optimalkan OMC tangani karhutla di Riau, Kalbar, dan Kalteng
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.