Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai diselenggarakannya konser musisi Italia Andrea Bocelli menunjukkan tumbuhnya kepercayaan dunia pada industri musik Tanah Air.

“Kehadiran konser seperti ini menunjukkan semakin besar kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sekaligus merupakan golden moment untuk menunjukkan kekayaan budaya, meningkatkan eksposur para wisata, dan melibatkan para pegiat ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Riefky dalam sambutannya di Jakarta, Rabu.

Riefky menyampaikan konser kelas dunia merupakan momen untuk menyatukan penyanyi internasional dan lokal dalam satu panggung yang sama. Hal ini akan terjadi di konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” meski ia belum mau mengungkapkan artis yang akan berkolaborasi bersama Bocelli.

Kolaborasi itu menjadi ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring sekaligus membuka peluang agar karya dan talenta Indonesia semakin dikenal di tingkat global. Selain di atas panggung, konser berskala internasional juga memberikan pengalaman internasional bagi para profesional di ekosistem industri musik Indonesia.

Baca juga: Kemenekraf dorong kontribusi ekraf pada target pertumbuhan 6 persen

“Mulai dari tim produksi, stage management, artist management, hingga audio dan lighting engineer berbagai profesi di belakang panggung dapat memperoleh pengalaman langsung dari standar produksi internasional. Pertukaran ilmu pengetahuan seperti inilah yang akan memperkuat kualitas talenta dan daya saing industri musik Indonesia ke depan,” ujar Riefky.

Selain kolaborasi antarmusisi, Riefky mengatakan penyelenggaraan konser musik akan memutar perekonomian di sektor ekonomi kreatif. Mulai dari subsektor fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan hingga konten digital.

Dengan adanya peluang tersebut, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Tahun 2026-2045 pada 2 Juli lalu, pemerintah segera menetapkan musik sebagai salah satu subsektor prioritas karena terbukti telah memberikan efek pengganda terhadap tenaga kerja, peningkatan investasi ekspor dan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif.

Dia menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang membentang dari Sabang sampai Marauke dengan potensi yang dapat mendukung penyelenggaraan acara musik kelas dunia semakin berkualitas.

Lebih lanjut ia mengatakan kedatangan maestro kelas dunia tersebut tidak akan terjadi tanpa adanya semangat kolaborasi dan kerja sama mulai dari kementerian terkait, pelaku industri hingga promotor.

Baca juga: Kemenekraf libatkan pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem gim

Andrea Bocelli adalah penyanyi tenor, musisi sekaligus pencipta lagu berkebangsaan Italia yang lahir pada tahun 1958.

Sejak kecil, Bocelli menderita congenital glaucoma, yakni kelainan mata bawaan sejak lahir atau masa bayi akibat gangguan perkembangan saluran drainase cairan mata. Pada usia 12 tahun, ia mengalami kebutaan total karena mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.

Meski demikian, kecintaannya pada musik berhasil membawanya ke panggung dunia. Bocelli banyak berkolaborasi dengan penyanyi terkenal seperti lagu “Time to Say Goodbye” yang dibawakan berduet dengan Sarah Brightman hingga "The Prayer" bersama Celine Dion.

Konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” rencananya akan digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International EXPO (JIEXPO), Kemayoran pada 3 November 2026.

Baca juga: Kemenekraf perluas akses produk kuliner lokal ke pasar internasional

Baca juga: Kemenekraf dorong keraton jadi penggerak ekonomi kreatif basis budaya

Baca juga: Kemenekraf susun pedoman pemanfaatan AI sektor ekonomi kreatif

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.