Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) siap membawa pengalaman belanja modern hingga hiburan dan gaya hidup pada ruang multifungsi (extended concourse) Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta.

“Pengembangan extended concourse MRT Bundaran HI direncanakan sebagai area komersial yang terintegrasi dengan berbagai potensi sumber pendapatan, meliputi retail area, advertising area, pop-up and event activation, dan co-branding area,” kata Departement Head Commercial MRTJ Ricky Agung Kresna Putra dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Ricky menjelaskan area ritel seluas 1.387 meter persegi akan dikembangkan sebagai ruang ritel yang dapat diisi oleh berbagai tenant.

“Tenancy mix Extended Concourse MRT Bundaran HI akan dikembangkan dengan konsep yang lebih beragam dan destination-oriented, yang ditujukan untuk membentuk one-stop shopping destination dengan menghadirkan tenant F&B, lifestyle, fashion, and services,” ujar dia.

Berbeda dengan MRT Fase 1 yang memiliki unit relatif lebih kecil dan berfokus pada konsep grab & go, Ricky mengatakan extended concourse Bundaran HI akan menghadirkan ekosistem komersial yang lebih lengkap sehingga dapat menjadi titik temu bagi pengguna serta menciptakan pengalaman ritel yang lebih nyaman dan berbeda.

Lebih jauh, MRTJ juga akan menyediakan titik-titik advertising sebagai media promosi bagi jenama atau brand; serta memberikan ruang kolaborasi visual & pengalaman (experience) yang menyandingkan identitas MRT Jakarta dengan jenama mitra.

Sementara, area pop-up and event activation dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pop-up store, aktivasi jenama (brand activation), pameran (exhibition), dan aktivitas lainnya yang dapat menarik kunjungan (traffic).

Terkait kenyamanan pengguna MRTJ dan manajemen kerumunan (crowd management), ia memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan mitra jenama terkait sekaligus mitigasi agar tidak mengganggu alur pengguna di stasiun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Yulham Ferdiansyah Roestam mengatakan extended concourse ini harus bisa memberikan penciptaan nilai (value added) dari mobilitas, akses, aktivitas, dan nilai atas kawasan tersebut.

Ia mengatakan, ini senada dengan adanya pergeseran paradigma dari kawasan yang awalnya hanya menjadi titik lintasan, kini titik tersebut harus bisa memenuhi kebutuhan dari mobilitas penggunanya.

“Makan, minum, charging. Itu kebutuhan sehari-hari. Anda kalau lihat di stasiun-stasiun sekarang ada pos-pos di mana orang bisa duduk kemudian charge handphone, charge laptop. Sebegitu impactful hal-hal seperti itu untuk mobilitas orang,” kata Ferdiansyah.

“Sehingga kata kunci lainnya adalah mobilitas harus didukung, aktivitas ekonomi dibangun, dan ruang publik harus bisa di-multifungsikan tidak hanya sebagai ruang transit atau perlewatan,” imbuhnya.

Baca juga: ITJ: Progres ruang multifungsi MRT Bundaran HI 24 persen per Agustus

Baca juga: Tangerang perkuat regulasi RTRW dukung integrasi MRT dan BRT

Baca juga: MRT sebut biaya pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan Rp25,3 triliun

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.