Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp565.202.500 untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam keterangan tertulis Kemenkeu yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan bantuan tersebut disalurkan melalui Kemenkeu Peduli yang merupakan bentuk gotong royong dan kepedulian pegawai Kemenkeu kepada masyarakat terdampak bencana sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa awal penanganan.
“Ini baru bantuan dari Kemenkeu Peduli, dari orang-orang Kementerian Keuangan. Kita melihat seperti apa kebutuhan di sini. Nanti kalau anggaran, yang lebih besar,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat meninjau lokasi bencana di NTT.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 380 lembar selimut, 81 potong terpal, 200 potong pakaian, 4.600 kilogram (kg) beras, 210 liter minyak goreng, dan 2.740 kg gula pasir.
Selain itu, bantuan juga terdiri atas 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, dan 540 dus air mineral.
Untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat di lokasi terdampak, Kemenkeu Peduli turut menyalurkan 20 dus kopi/teh, 20 dus sereal, 30 dus sabun, 60 dus pampers, 61 dus pembalut, 5 dus pasta gigi, 5 dus handbody, 13 dus bumbu dapur, serta 7 dus kecap/saus.
Sementara dari sisi pemerintah pusat, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berdasarkan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Pemerintah pusat telah menyalurkan dana senilai Rp44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah yang terdampak gempa bumi di NTT.
Kemenkeu pun memastikan ketersediaan anggaran untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menjalankan tugas penanganan bencana.
“Yang jelas, dari Kementerian Keuangan kami menyiapkan dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu. Kalau nanti membutuhkan tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan,” ujar Purbaya.
Sebelumnya, Menkeu menyampaikan bahwa Pemerintah siap membantu kebutuhan pembiayaan penanganan bencana di NTT dengan terlebih dahulu menggunakan anggaran BNPB yang telah disiapkan.
Meskipun sebagian dari alokasi sekitar Rp5 triliun tersebut telah digunakan, pemerintah memastikan kebutuhan penanganan dampak bencana tetap akan terpenuhi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.