Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Darat mengerahkan Kapal ADRI-XCII BM yang dilengkapi fasilitas rumah sakit untuk mengantar logistik bantuan ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Pengerahan kapal itu merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam menolong warga yang menjadi korban gempa.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan kapal tersebut berangkat dari Dermaga Markas Satuan Angkatan Perairan (Satangair) Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal tersebut membawa ragam logistik berupa pakaian, obat-obatan, makanan, dan kebutuhan hidup lainnya.

"Kita juga kirim lima truk dan dua ambulans untuk kebutuhan di sana," kata Maruli saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tercatat ada 70 ton logistik bahan pangan yang dikirim TNI AD menggunakan kapal tersebut. Bahan-bahan pangan itu terdiri dari beras, gula, minyak, mie instan, susu bayi, bubur bayi, air minum, dan ransum tempur.

Selain itu, TNI AD juga mengirim 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 genset, 30 tenda serbaguna, dan 900 set velbed (tempat tidur lipat).

Selain kebutuhan pangan, TNI AD juga menyediakan tim medis berikut layanan rumah sakit gratis di dalam kapal. Bantuan layanan kesehatan itu akan disiagakan saat kapal bersandar di NTT selama 20 hari.

"Di kapal ada fasilitas rumah sakit dan ada dua dokter beserta delapan tenaga medis. Kalau nanti mereka memang memerlukan perawatan di kapal, kami akan lakukan," jelas Maruli.

Maruli menambahkan kapal pengangkut logistik itu dijadwalkan sampai di NTT dalam kurun waktu tiga hari ke depan.

Dengan adanya ragam bantuan ini, Maruli berharap kebutuhan sandang, pangan dan papan para korban gempa bisa terpenuhi.

Baca juga: BNPB: Jumlah korban gempa NTT bertambah satu orang jadi 71 wafat

Baca juga: Kabapanas dan Dirut Bulog tinjau penyaluran bantuan korban gempa NTT

Baca juga: BNPB: Pemerintah siapkan perbaikan rumah warga terdampak gempa NTT

Pewarta: Walda Marison
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.