Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengusulkan penambahan sumur bor dan sarana penampungan air untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang sulit mendapatkan sumber air.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Kamis mengatakan bahwa keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla, sehingga diperlukan penguatan sarana pendukung di sejumlah kawasan rawan kebakaran.

"Kami sudah mengusulkan, terutama untuk titik-titik yang sulit mendapatkan air. Bisa melalui embung, embung portabel, maupun penguatan sumur bor," katanya saat dikonfirmasi terkait kedatangan Menteri Kehutanan yang meninjau kebakaran hutan dan lahan gambut di Kelurahan Petuk Katimpun.

Menurut Fairid, penambahan sumur bor tidak hanya membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran, tetapi juga mendukung upaya pembasahan lahan gambut untuk mencegah kebakaran meluas.

Selain itu, Pemkot Palangka Raya mengusulkan penyediaan embung, termasuk embung portabel, untuk memperkuat cadangan air di lokasi yang belum memiliki sumber air permanen.

Fairid menambahkan pembangunan sumur bor perlu disertai sistem perpipaan yang memadai sehingga air dapat didistribusikan ke lokasi pembasahan maupun titik kebakaran secara lebih efektif.

"Sarana penampungan air portabel atau bergerak juga dapat menjadi alternatif untuk memperkuat respons di lapangan, terutama di lokasi yang tidak memiliki sumber air permanen," katanya.

Ia mengatakan program pembasahan lahan, pembangunan sekat kanal, serta penguatan jaringan sumur bor perlu dimaksimalkan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penanganan karhutla.

Fairid menjelaskan, pembangunan sekat dan batas kanal juga terus didorong dengan dukungan peralatan dari instansi terkait. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan air sekaligus menjaga kelembapan lahan gambut, khususnya saat kondisi mulai mengering.

Ia menegaskan penguatan infrastruktur air tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan jangka menengah, sehingga lahan gambut dapat segera dibasahi ketika mulai mengalami kekeringan.

Pemkot Palangka Raya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memperkuat perencanaan penanganan karhutla.

Karena itu, dukungan lintas pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat sarana prasarana, kesiapsiagaan personel, serta upaya pencegahan agar kebakaran lahan gambut di Palangka Raya tidak meluas.

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.