Phnom Penh (ANTARA) - Kamboja mengumpulkan total pendapatan pajak sebesar 14,5 triliun riel (sekitar 3,58 miliar dolar AS) selama semester pertama tahun 2026, menandai peningkatan 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut tinjauan pertengahan tahun Kementerian Ekonomi dan Keuangan yang dirilis pada Rabu (19/8) sebagaimana warta Xinhua.
Penerimaan pajak negara tersebut dikelola oleh dua lembaga utama, yakni Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak serta Ditjen Bea dan Cukai.
Ditjen Pajak, yang mengawasi penerimaan pajak domestik, mengumpulkan 2,05 miliar dolar AS pada periode Januari-Juni. Sementara itu, Ditjen Bea dan Cukai, yang memungut bea atas barang yang masuk dan keluar negara tersebut, mengumpulkan 1,53 miliar dolar AS.
Laporan tersebut menyatakan bahwa kinerja fiskal pada H1 tahun ini tetap kuat meskipun menghadapi tekanan ekonomi akibat krisis bahan bakar global yang terkait dengan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
"Secara keseluruhan, penerimaan fiskal pada H1 2026 melampaui periode yang sama pada 2025 berkat langkah-langkah tegas untuk mencegah dan memberantas penghindaran pajak, penguatan tata kelola di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai, serta kinerja penerimaan yang tetap kuat dari pajak ekspor pasir," kata laporan tersebut.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.