motor yang masuk dalam kategori Molinas harus memenuhi empat syarat sekaligus

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengungkap empat kriteria utama yang harus dipenuhi dalam pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai upaya membangun ekosistem kendaraan listrik sekaligus memacu daya saing.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman di Jakarta, Kamis, menyampaikan motor yang masuk dalam kategori Molinas harus memenuhi empat syarat sekaligus, yakni pertama, memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen yang mencakup komponen utama, seperti power train, frame/structure, serta plastik dan body panel.

Kedua, menggunakan desain dan rekayasa yang dikembangkan di dalam negeri. Ketiga, memanfaatkan baterai berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional. Keempat, memiliki harga yang terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik.

Menurut dia, fokus utama Molinas adalah membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok dalam negeri.

Lebih lanjut, menurutnya, dari sisi pasar, peluang pengembangan motor listrik nasional masih sangat besar, mengingat populasi motor konvensional Indonesia mencapai 145,25 juta unit, dengan penetrasi motor listrik baru mencapai 229.554 unit hingga Desember 2025.

Baca juga: Kemenko Perekonomian sebut Molinas hemat subsidi BBM Rp82,2 triliun

Baca juga: BCA Finance masih mempelajari program Molinas

Sementara proyeksi permintaan motor listrik pada 2028 mencapai 1,5 juta unit.

"Total permintaan motor listrik 2028 diperkirakan mencapai 1,5 juta unit," ucapnya.

Sebelumnya, ia menyampaikan Program Molinas memberikan penghematan subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun, dalam kurun waktu 2027 hingga 2037, serta dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada tahun 2037.

Selain memberikan penghematan subsidi BBM, katanya, ekosistem program ini diperkirakan memberikan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026–2031, serta menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai dan infrastruktur pengisian daya.

Program ini, menurutnya, juga memperkuat neraca perdagangan melalui substitusi impor minyak Rp45 triliun.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional (Molinas) buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” kata Presiden Prabowo saat acara peluncuran dan peresmian MOLINAS beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kamis (13/8)

Dalam prosesi peluncuran itu, Presiden Prabowo didampingi jajaran menterinya beserta perwakilan dari dunia usaha, terutama para pengusaha yang telah memproduksi motor listrik secara massal.

Baca juga: Kemenperin bidik industri kecil menengah masuk rantai pasok molinas

Baca juga: Menperin: Peluncuran Molinas momen pacu kemandirian industri RI

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.