Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan sebanyak 170 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah tervalidasi siap beroperasi.
Ia menyebut percepatan aktivasi SPPG di wilayah 3T menjadi bagian dari penataan dan penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk memperluas layanan pemenuhan gizi di daerah prioritas.
“Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya,” kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.
Wilayah Papua yang menjadi cakupan percepatan tersebut meliputi enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Baca juga: Kepala BGN: SPPG dekat lokasi bencana gempa di NTT wajib siaga
Saat meninjau kesiapan aktivasi SPPG di Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8), ia mengatakan bahwa pemerintah mencatat terdapat 1.123 pengajuan SPPG 3T. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 SPPG telah tervalidasi dan dinyatakan siap operasional.
Salah satu fasilitas yang siap beroperasi adalah SPPG Sikka Munerana di Kabupaten Sikka yang direncanakan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.
Pemerintah, lanjut Zulhas, juga melakukan penataan terhadap 8.617 SPPG di daerah terpencil, termasuk 1.703 SPPG 3T yang antara lain difokuskan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di NTT tercatat sebesar 37 persen.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.