Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memproyeksikan pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) sebagai simpul strategis untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi di daerah itu.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis mengatakan MILH tidak hanya dibangun sebagai pelabuhan tempat kapal singgah, tetapi dirancang sebagai kawasan logistik dan industri terpadu dengan pelabuhan sebagai core infrastructure atau infrastruktur utama.

"Ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi kawasan ekonomi sekitarnya juga turut berkembang," kata Hendrik.

Menurut dia, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat konektivitas logistik antarpulau di Maluku.

Baca juga: Gubernur Maluku: World Bank dukung pembiayaan pembangunan MILH

MILH juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan Maluku, membuka peluang investasi, mendorong pengembangan industri, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Hendrik memperkirakan pengembangan kawasan ekonomi dan industri di sekitar MILH dapat menyerap sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru.

Ia mengatakan keberadaan MILH bersama pengembangan Blok Masela dapat menjadi momentum penting bagi transformasi ekonomi Maluku karena keduanya berpotensi menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

"Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integrated Logistic Hub ini menjadi semacam penggerak utama ekonomi (prime economic mover), sama seperti Blok Masela," ujarnya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.