Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya saat ini tengah mengevaluasi unit usaha yang perlu didaftarkan kembali ke otoritas China sebagai tindak lanjut penghentian sementara atau suspensi sejumlah unit usaha sarang burung walet Indonesia yang melakukan ekspor ke China.
“Ini sedang kami tindak lanjuti. Di internal juga sedang saya bicarakan mana-mana yang perlu kita dorong untuk kita daftarkan ulang, mana-mana yang memang tidak perlu,” kata Karding kepada awak media usia penandatanganan MoU Indonesia-Uruguay di Jakarta, Kamis.
Karding mengatakan pihaknya juga melakukan pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang menjadi catatan negara tujuan ekspor.
Karding mengatakan otoritas China kini menerapkan standar yang semakin ketat terhadap fasilitas produksi pangan dan produk yang masuk ke negaranya. Persyaratan tersebut tidak hanya menyangkut kualitas produk, tetapi juga mencakup kondisi fasilitas pendukung di tempat produksi.
Baca juga: Barantin perkuat pengawasan guna jaga akses ekspor ke China
Karding mencontohkan, sejumlah catatan yang disampaikan otoritas China mencakup akses jalan menuju fasilitas, jumlah wastafel dan toilet, hingga kondisi lantai tempat produksi.
Ia menilai peningkatan standar tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan global yang harus direspons dengan pembenahan di dalam negeri.
“Standarnya sangat luar biasa, tetapi mau tidak mau begitu. Perdagangan global hari ini begitu. Suka tidak suka, kita perbaiki,” kata Karding.
Selain melakukan pembenahan, Barantin juga telah memberikan sanksi terhadap pelaku usaha yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.
Karding mengatakan komunikasi dengan otoritas China terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Ia dijadwalkan bertemu dengan Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, dan pihak terkait pada 24 Agustus untuk membahas tindak lanjut akses ekspor sarang burung walet.
Baca juga: RealCo: Hilirisasi sarang walet buka peluang nilai tambah ekspor RI
“Tanggal 24 Agustus besok saya ketemu dulu dengan Duta Besar Indonesia untuk China, Pak Oratmangun. Mereka datang ke kantor kami untuk bicarakan ini,” katanya.
Ia berharap pembahasan tersebut dapat membuka jalan bagi tindak lanjut dengan otoritas China, termasuk rencana kunjungan ke negara tersebut pada September mendatang.
“Nanti September mudah-mudahan kita dapat izin keluar negeri,” ujar Karding.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.