Makassar (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) menunda pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2026-2027, karena sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) belum siap.

Sebelumnya, MPLS SRT Soppeng dijadwalkan digelar hari ini, 20 Agustus 2026, namun karena kebutuhan Sarpras asrama siswa belum siap, sehingga pihak sekolah memutuskan MPLS diundur sepekan menjadi 26 Agustus 2026.

Kepala SRT Soppeng Arni Erjilla melalui sambungan telepon di Makassar, Kamis, menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Soppeng dan berpesan agar tidak memaksakan operasional sekolah, terlebih keamanan, kenyamanan dan keselamatan anak-anak adalah yang utama.

Baca juga: Tiga Sekolah Rakyat di Sulsel segera gelar MPLS setelah gedung selesai

"Gedung permanen masih terkendala, banyak yang masih harus dilengkapi, termasuk kesiapan sarananya, sehingga kita mengambil keputusan final untuk menunda MPLS ke 26 Agustus mendatang," ujar Arni.

Dia menyampaikan terdapat tiga gedung prioritas, yakni ruang kelas, asrama putra dan asrama putri. Pengerjaan dua bangunan dinyatakan telah rampung, namun satu lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Sementara kebutuhan vital, seperti listrik dan air pada satu asrama belum terlengkapi dan sedang dilakukan pembenahan serta penyelesaian. Ditambah sejumlah furnitur asrama, seperti tempat tidur, kursi dan meja belajar di asrama juga belum dirakit, yang dipastikan membutuhkan waktu untuk penyelesaian.

"Dalam kelas sudah selesai, cuman di asrama, meja dan lemarinya belum semua ruangan sudah dirakit, masih proses," tambah Arni.

Baca juga: 270 siswa Sekolah Rakyat Jepara jalani MPLS

Baca juga: Dinsos: Siswa Sekolah Rakyat Sulsel mulai unjuk potensi diri

Kendati demikian, sebanyak 84 siswa dari tahun ajaran sebelumnya telah melakukan pembelajaran sejak 22 Juli melalui sekolah rintisan yang masih menggunakan sekolah lama, tepatnya menggunakan gedung RSUD Ajjappange, Soppeng.

Sementara di tahun ajaran baru ini, SRT Soppeng menerima siswa sebanyak 270 orang dengan masing-masing jumlah siswa di setiap jenjang, yakni SD 76 orang, SMP 130 orang dan SMA 64 orang.

Guna mengoptimalisasi pembelajaran dan pembentukan karakter siswa SRT lewat sistem asrama, sebanyak 76 orang terdiri atas guru dan tenaga pendidik (Tendik) akan mengawal pelaksanaan SRT Soppeng. Ditambah 26 orang guru tamu, 17 diantaranya merupakan guru SMA yang diperbantukan oleh Dinas Provinsi Sulsel.

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.