Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita ekonomi menarik yang terjadi pada Kamis (20/8) kemarin, dan bisa dibaca kembali pada hari ini.
Berita menarik tersebut diawali dengan informasi tentang penegasan Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) terkait independensi Bank Indonesia, hingga penjelasan pemerintah soal kriteria dalam pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas).
Bakom tegaskan tak ada wacana BI jadi bagian pemerintah
Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) menegaskan tidak pernah ada wacana untuk menjadikan Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi di tengah sorotan terhadap independensi bank sentral.
“Tidak pernah ada wacana untuk kemudian memasukkan Bank Indonesia menjadi bagian dari pemerintah. Karena itu sudah bagian dari konstitusi kita,” kata Fithra dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Airlangga: RI prioritaskan transformasi industri berbasis tenaga surya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memprioritaskan transformasi industri yang lebih hijau dengan basis tenaga surya.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, prioritas kami juga mencakup energi hijau, khususnya transformasi menuju industri berbasis tenaga surya, dengan target kapasitas sekitar 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 2-3 tahun,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Airlangga minta 20 persen emas "bawah bantal" masuk ekosistem bulion
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memindahkan 20 persen dari 1.800 ton emas milik warga atau “di bawah bantal” bisa masuk ke ekosistem bulion.
“Tadi disampaikan emas yang ada ‘di bawah bantal’ itu ada 1.800 ton yang nilainya juga luar biasa 252 miliar dolar AS. Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke ditaruh ke instrumen keuangan,” kata Airlangga dalam kegiatan Peresmian Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Kemenko Perekonomian ungkap empat kriteria Motor Listrik Nasional
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengungkap empat kriteria utama yang harus dipenuhi dalam pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai upaya membangun ekosistem kendaraan listrik sekaligus memacu daya saing.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman di Jakarta, Kamis, menyampaikan motor yang masuk dalam kategori Molinas harus memenuhi empat syarat sekaligus, yakni pertama, memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen yang mencakup komponen utama, seperti power train, frame/structure, serta plastik dan body panel.
Baca selengkapnya di sini
Kemenko Perekonomian sebut Molinas hemat subsidi BBM Rp82,2 triliun
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyampaikan program Motor Listrik Nasional (Molinas) memberikan penghematan subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun, dalam kurun waktu 2027 hingga 2037, serta dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada tahun 2037.
"Penghematan subsidi BBM, asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 Rp82,2 triliun," ucap Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.