Manila (ANTARA) - Sedikitnya 10 orang di Provinsi Iloilo, Filipina tengah, tewas akibat leptospirosis dalam delapan bulan terakhir, menurut laporan media setempat pada Jumat (21/8).

Jumlah korban tewas di Provinsi Iloilo dua kali lipat dibanding jumlah orang yang tewas akibat penyakit tersebut pada periode yang sama pada 2025.

Warga diimbau untuk menjalani profilaksis atau mengonsumsi antibiotik pencegahan jika mereka terpapar risiko, menurut otoritas kesehatan setempat.

Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri yang menyebar melalui urine hewan, terutama tikus, yang dapat menginfeksi manusia ketika mereka bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi.

Provinsi tersebut mencatat 84 kasus dari 4 Januari hingga 8 Agustus tahun ini, dengan 32 di antaranya "berkaitan dengan pertanian", dan sebagian besar kasus tercatat di area-area rawan banjir.


Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.