Jakarta (ANTARA) - Pebasket Pandu Wiguna memutuskan meneruskan karier bersama Dewa United Banten, Jumat, setelah mengumumkan berpisah dengan Satria Muda Pertamina Bandung dua hari sebelumnya.

Laman IBL pada Jumatg menyatakan Anak Dewa mendapatkan tambahan kekuatan untuk menghadapi musim 2027, dengan masuknya Pandu yang power forward/ center nasional itu.

Kepindahan Pandu menjadi bagian dari pergerakan tim itu dalam membangun skuad untuk menghadapi musim ini.

IBL mencatat pemain berpostur tubuh setinggi 1,94 meter itu membukukan rata-rata 1,95 poin per laga, 2,43 rebound per laga, 0,62 assist per laga, dan 0,33 steal per laga selama berseragam Satria Muda.

Pandu juga menjadi bagian dalam kesuksesan Prawira Harum Bandung (sebelum menjadi Satria Muda Pertamina Bandung) ketika menjuarai IBL 2023.

Saat itu, dia bermain gemilang bersama Reza Guntara, Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, dan Fhirdan Guntara.

Baca juga: Ramiro Diaz tinggalkan Dewa United usai dua musim jadi asisten pelatih

Pandu juga pernah memperkuat tim Legacy pada IBL All Star 2024 ketika masih menjadi pemain Prawira.

Saat itu, Pandu memperoleh 4.626 suara dan bergabung dengan sejumlah pemain top IBL lainnya. Tidak sampai di situ, dia juga menjadi pemain lokal pertama yang menjuarai IBL Dunk Contest 2024 setelah mengalahkan pemain asing, yakni Zoran Talley Jr dan Michael Qualls.

Pandu juga menjadi bagian dari pemusatan latihan tim nasional bola basket Indonesia untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia 2029.

Dia termasuk dalam 17 pemain yang dipanggil untuk mengikuti training camp di Dewa United Arena pada 2 Agustus 2026.

Manajemen Dewa United Banten menyebut kehadirannya akan memberikan kedalaman skuad dan sekaligus memperkuat permainan di area pertahanan dan perebutan bola rebound.

Baca juga: Yohanes Kristian kembali ke Hangtuah Jakarta untuk bangun ulang tim

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.