Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian PT Pegadaian (Persero) melalui PT Pegadaian (Persero) Area Kebayoran Baru memperkuat pengetahuan dan literasi keuangan bagi komunitas ojek pangkalan wilayah kerja mereka lewat pelatihan dan edukasi.

“Kami berkomitmen memperluas akses serta pemahaman pengelolaan keuangan di tingkat akar rumput terus digalakkan,” kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan edukasi ini bertujuan membekali para pekerja sektor informal harian dengan pemahaman komprehensif mengenai perencanaan keuangan keluarga.

Kemudian pentingnya menyisihkan dana darurat, perlindungan dari risiko investasi bodong, serta pengenalan produk keuangan syariah dan konvensional yang terjangkau.

Ia menegaskan bahwa kelompok pekerja informal harian seperti pengemudi ojek pangkalan memiliki peran vital dalam roda perekonomian kerakyatan.

Namun kerap kali menghadapi risiko ketidakpastian finansial jika tidak dibekali perencanaan yang tepat.

"Pegadaian berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti rekan-rekan ojek pangkalan,” kata Maryono.

Menurut dia, melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Kebayoran Baru, M. Noer Udin Nastain menjelaskan bahwa kegiatan literasi di Area Kebayoran Baru ini merupakan bentuk nyata komitmen Pegadaian dalam memberikan kemudahan akses perbankan dan layanan non-bank yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum.

"Kami berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial Pegadaian seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, hingga kemudahan transaksi digital,” kata dia.

Dirinya berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan.

Selain pembekalan materi finansial, para peserta juga mendapatkan panduan praktis penggunaan aplikasi TRING untuk mempermudah transaksi harian seperti menabung emas mulai dari jumlah kecil, pembayaran tagihan, hingga pengajuan pembiayaan berbasis kemitraan secara mudah dan cepat dari handphone peserta.

Pihaknya berharap dapat menciptakan efek domino positif dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional, sekaligus memperkuat peran Pegadaian sebagai agen pembangunan ekonomi masyarakat.

“Melalui sinergi antara pemberian bantuan langsung dan edukasi finansial yang berkelanjutan, PT Pegadaian tidak hanya hadir memberikan bantuan secara karitatif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan,” kata Nastain.

Baca juga: Anak muda butuh literasi keuangan

Baca juga: Ekonomi syariah berpotensi sumbang Rp100 triliun terhadap PDRB Jakarta

Baca juga: Pemprov DKI ingatkan warga bijak pinjam uang agar tak terjerat pinjol

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.