Tripoli (ANTARA) - Para pengunjuk rasa kembali memblokir gerbang kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Tripoli, menyusul insiden serupa pada bulan Juni, menurut laporan media lokal sebagaimana warta Xinhua pada Minggu (23/8).

Anggota gerakan "No to Settlement" (Tolak Pemukiman), yang menentang keberadaan migran di Libya, menghalangi para staf UNHCR memasuki kantor dan mengelas serta menutup gerbang besi setelah memaksa para staf meninggalkan lokasi, ungkap laporan media dan rekaman video.

Hingga saat ini, baik UNHCR maupun otoritas Libya belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi protes dan penutupan kantor pada Sabtu itu.

Pada 4 Juni, ratusan pengunjuk rasa Libya menutup kantor UNHCR karena khawatir tentang apa yang mereka sebut sebagai "pemukiman" migran ilegal di dalam wilayah negara itu. Menanggapi situasi tersebut, Misi Dukungan PBB di Libya membantah tuduhan bahwa migran sedang dimukimkan kembali di Libya melalui program-program PBB, dengan menyebut klaim itu "sepenuhnya tidak benar."

Libya masih menjadi salah satu pusat transit utama bagi para migran yang berupaya mencapai Eropa melalui Laut Mediterania, dengan memanfaatkan lokasi geografisnya serta wilayah perbatasan darat dan lautnya yang luas.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.