Jakarta (ANTARA) - Kelabang yang tiba-tiba muncul di dalam rumah kerap membuat penghuni panik. Namun, kemunculannya biasanya berkaitan dengan kondisi lingkungan yang lembap serta keberadaan serangga lain sebagai sumber makanan.
Kelabang merupakan kelompok artropoda pemangsa yang umumnya memakan serangga dan hewan kecil lainnya. Salah satu jenis yang dikenal dapat hidup di dalam rumah adalah house centipede (Scutigera coleoptrata). Hewan ini lebih sering ditemukan di tempat yang gelap, dingin dan lembap.
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat kelabang lebih mudah ditemukan di dalam rumah.
Baca juga: Untuk pertama kali, ada nyamuk di Islandia
Baca juga: 8 cara alami basmi serangga kamitetep di rumah dengan efektif
1. Rumah terlalu lembap
Kelembapan menjadi salah satu faktor utama yang disukai kelabang. Area seperti kamar mandi, ruang bawah tanah, sudut rumah yang jarang terkena sinar matahari dan tempat dengan sirkulasi udara buruk dapat menjadi lokasi persembunyiannya.
Karena itu, rumah dengan kebocoran air, genangan atau kelembapan tinggi berpotensi lebih menarik bagi kelabang.
2. Banyak serangga di dalam rumah
Kelabang merupakan predator yang memangsa berbagai artropoda kecil. Makanannya antara lain kecoa, laba-laba, gegat atau silverfish, larva kumbang karpet dan serangga kecil lainnya.
Artinya, jika kelabang sering terlihat, masalahnya tidak selalu berasal dari kelabang itu sendiri. Jumlah kelabang yang banyak dapat menjadi tanda bahwa terdapat cukup banyak serangga lain yang menjadi sumber makanannya di dalam rumah.
3. Ada celah pada bangunan
Kelabang dapat masuk melalui celah atau bukaan pada rumah, termasuk celah di sekitar fondasi, pintu, jendela, pipa dan bagian bangunan lainnya. Saluran atau area tertentu yang tidak terlindungi juga dapat menjadi jalur masuk.
Celah kecil yang dibiarkan terbuka dapat menjadi akses bagi berbagai hewan kecil untuk masuk ke dalam rumah.
4. Banyak tempat persembunyian
Tumpukan kardus, barang yang tidak terpakai, daun kering, kayu dan benda lain yang menumpuk dapat menyediakan tempat berlindung bagi kelabang maupun mangsanya.
Membersihkan area tersebut dapat membantu mengurangi tempat persembunyian sekaligus mengurangi keberadaan serangga yang menjadi makanan kelabang.
Baca juga: Tips usir laba-laba agar tidak bersarang di rumah
5. Area sekitar rumah terlalu basah
Kondisi lembap tidak hanya terjadi di dalam rumah. Tumpukan daun, mulsa, pot tanaman, papan kayu dan benda lain yang berada dekat fondasi dapat menciptakan lingkungan yang sesuai bagi kelabang.
Menjaga area sekitar rumah tetap bersih dan tidak terlalu lembap dapat membantu mengurangi kemungkinan kelabang mendekati bangunan.
Cara mengatasi kelabang di rumah
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemunculan kelabang.
1. Kurangi kelembapan
Gunakan ventilasi yang baik atau dehumidifier pada ruangan yang terlalu lembap. Perbaiki pula kebocoran air dan pastikan tidak ada genangan yang dibiarkan. Mengurangi kelembapan merupakan salah satu langkah penting dalam pengendalian kelabang.
2. Tutup celah dan lubang
Periksa bagian rumah yang berpotensi menjadi jalur masuk, terutama celah di sekitar pintu, jendela, dinding, fondasi dan pipa.
Menutup celah dengan bahan yang sesuai dapat membantu mencegah kelabang dan artropoda lain masuk ke dalam rumah.
3. Bersihkan rumah secara rutin
Jangan biarkan kardus, tumpukan barang, koran lama atau benda lain menumpuk terlalu lama. Bersihkan sudut-sudut rumah yang gelap dan jarang disentuh.
Langkah ini dapat mengurangi tempat persembunyian kelabang sekaligus membantu mengendalikan serangga yang menjadi sumber makanannya.
4. Kurangi serangga yang menjadi mangsanya
Jika kelabang terus bermunculan, periksa kemungkinan adanya kecoa, laba-laba, gegat atau serangga lain di dalam rumah.
Mengurangi populasi serangga tersebut dapat membantu menghilangkan sumber makanan kelabang sehingga keberadaannya ikut berkurang.
Baca juga: Kumpulan fakta menarik tentang semut, hewan sosial yang menakjubkan
5. Gunakan perangkap perekat
Perangkap perekat atau sticky traps dapat ditempatkan di sepanjang dinding, dekat pintu atau area yang sering menjadi tempat kelabang terlihat.
Selain membantu menangkap kelabang, perangkap tersebut juga dapat membantu mengetahui lokasi dan tingkat keberadaan hama di rumah.
6. Singkirkan kelabang dengan aman
Jika hanya menemukan satu atau beberapa ekor kelabang, hewan tersebut dapat disingkirkan menggunakan penyedot debu atau sapu.
Cara ini dapat menjadi pilihan sederhana tanpa harus langsung menggunakan bahan kimia.
7. Bersihkan area di sekitar rumah
Daun kering, tumpukan tanaman, kayu, batu dan benda lain yang berada terlalu dekat dengan fondasi rumah sebaiknya dikurangi. Area sekitar rumah yang lebih kering dan terbuka membuat lingkungan menjadi kurang sesuai bagi kelabang.
8. Gunakan pestisida secara bijak
Pestisida bukan langkah pertama yang harus dilakukan jika kelabang hanya sesekali terlihat. Pengendalian kelembapan, pembersihan, penutupan celah dan pengurangan serangga mangsa lebih penting untuk mengatasi sumber masalah.
Jika pestisida memang diperlukan, pengguna harus memastikan produk tersebut memiliki label untuk penggunaan yang sesuai dan mengikuti petunjuk serta aturan keselamatan pada kemasan.
Apakah kelabang berbahaya?
Kelabang tidak secara umum dianggap sebagai ancaman serius bagi manusia. Gigitan pada manusia tergolong jarang, meskipun beberapa jenis kelabang dapat menggigit ketika merasa terancam atau ditangani secara tidak hati-hati.
Kelabang rumah juga memiliki peran sebagai predator alami karena memangsa berbagai serangga dan artropoda kecil. Karena itu, kemunculan satu ekor kelabang tidak selalu menunjukkan adanya infestasi. Namun, jika kelabang muncul dalam jumlah banyak dan berulang, kondisi rumah perlu diperiksa, terutama terkait kelembapan dan keberadaan serangga lain.
Dengan demikian, cara paling efektif untuk mengurangi kelabang bukan sekadar membasmi hewannya, melainkan menghilangkan kondisi yang membuat rumah menjadi tempat yang cocok bagi kelabang. Menjaga rumah tetap kering, bersih, tertutup dari celah masuk dan minim serangga dapat membantu mencegah kelabang datang kembali.
Baca juga: Penelitian ungkap jutaan spesies serangga masih belum teridentifikasi
Baca juga: Kebun Raya Bali temukan dua kelompok spesies kunang-kunang
Baca juga: Cara cegah kecoak bertamu ke rumah
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.