Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim panahan recurve Indonesia Hendra Setiawan mengakui persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum ideal karena minimnya kesempatan menjalani uji coba internasional.

Tim panahan Indonesia hanya memiliki satu agenda uji coba di luar negeri, yakni Singapore Archery Open pada awal September, sedangkan Hendra menilai sedikitnya empat uji coba dibutuhkan dalam persiapan menuju multievent sebesar Asian Games.

"Sebetulnya paling tidak empat. Minimal empat saya kira cukup," kata Hendra di Jakarta, Senin.

Menurut dia, uji coba dibutuhkan bukan semata-mata untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana mengukur perkembangan performa atlet sekaligus merasakan atmosfer kompetisi internasional.

Meski persiapan belum berjalan ideal, Hendra meminta para atlet tidak terpengaruh oleh kondisi yang berada di luar kendali mereka.

"Kalau kita lapar, adanya nasi sama ikan pindang, ya harus kita makan. Artinya, dengan kondisi yang ada, semangat dan keinginan untuk lebih baik jangan terganggu hal-hal yang sifatnya situasional," kata dia.

Hendra menilai semangat dan performa atlet tetap menunjukkan perkembangan positif sejak kembali menjalani latihan bersama pada Juni.

"Semangatnya masih ada dan performa juga mulai bergerak. Memang sedikit berbeda karena waktunya singkat, tetapi sudah terlihat ada progres yang baik secara keseluruhan," ujarnya.

Pemanah recurve putri Indonesia Rezza Octavia sebelumnya juga menilai minimnya uji coba internasional membuat persiapan kali ini tidak seideal menuju Asian Games Hangzhou.

Menurut Rezza, negara-negara pesaing telah mendapatkan jam terbang melalui berbagai seri Piala Dunia, sementara Indonesia lebih banyak menjalani kompetisi di dalam negeri.

Tim panahan Indonesia dijadwalkan mengikuti Singapore Archery Open sebagai uji coba terakhir sebelum tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Baca juga: Pemanah Rezza jadikan Asian Games 2026 sasaran antara menuju Olimpiade

Baca juga: Perpani usulkan berangkat H-4 ke Asian Games 2026 untuk adaptasi

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.