Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim panahan recurve Indonesia Hendra Setiawan mengatakan kondisi Diananda Choirunisa terus menunjukkan perkembangan setelah kembali berlatih kurang dari sebulan usai melahirkan anak keduanya.
Menurut Hendra, kualitas penampilan Diananda tetap menjadi salah satu andalan tim, tetapi kondisi fisiknya masih perlu ditingkatkan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Kalau Diananda, secara performa masih kami jadikan pertimbangan karena sudah berkelas. Sekarang yang kami angkat mungkin fisiknya," kata Hendra di Jakarta, Senin.
Diananda kembali bergabung dengan pemusatan latihan nasional sejak awal Agustus setelah melahirkan anak keduanya pada 15 Juli. Ia kini berlatih bersama tim di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hendra mengatakan progres Diananda mulai terlihat dari peningkatan skor selama latihan meski masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi terbaik.
"Baru beberapa minggu ini sudah mulai menyamai, sudah bisa naik secara skor dan performa. Cuma masih kurang karena event-nya juga besar," ujar Hendra.
Baca juga: Diananda kembali ke pelatnas kurang sebulan setelah melahirkan
Dengan waktu sekitar satu bulan menuju Asian Games 2026, Hendra berharap kondisi fisik Diananda dapat terus meningkat sehingga performanya kembali seperti sebelum menjalani masa pemulihan.
Selain kemampuan teknis, Hendra menilai keberanian menjadi salah satu kekuatan Diananda dalam mengeksekusi tembakan.
"Dia lebih berani. Terkadang kendala di panahan memang perlu keberanian lebih. Kalau terlalu hati-hati, walaupun bagus, hasilnya juga tidak bagus," kata Hendra.
Diananda merupakan salah satu pemanah berpengalaman Indonesia. Ia mencapai perempat final nomor recurve perseorangan putri Olimpiade Paris 2024.
Pada SEA Games Thailand 2025, Diananda meraih dua medali emas dari nomor recurve perseorangan putri dan beregu putri. Pencapaian tersebut diraih ketika ia tengah mengandung anak keduanya.
Diananda kini menjadi salah satu dari tiga pemanah recurve putri yang dipersiapkan Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya bersama Rezza Octavia dan Fathiyya Erista Maharani.
Baca juga: Persiapan panahan menuju Asian Games 2026 belum ideal
Baca juga: Pemanah Rezza jadikan Asian Games 2026 sasaran antara menuju Olimpiade
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.