Jakarta (ANTARA) - Mencium bau busuk tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Sumbernya biasanya mudah dikenali, seperti tumpukan sampah, makanan basi, atau lingkungan yang kotor. Namun, bagaimana jika aroma tidak sedap justru terasa berasal dari hidung sendiri?
Kondisi tersebut bisa membuat seseorang bertanya-tanya sekaligus khawatir. Bau yang terasa dari hidung dapat berkaitan dengan masalah di rongga hidung, sinus, tenggorokan, maupun mulut. Pada kondisi tertentu, seseorang juga sebenarnya tidak sedang mencium bau yang berasal dari lingkungan, melainkan mengalami gangguan penciuman.
Salah satunya adalah phantosmia, yaitu kondisi ketika seseorang mencium aroma yang sebenarnya tidak ada. Bau yang dirasakan dapat berupa bau busuk, makanan terbakar, asap, hingga aroma kimia tertentu. Kondisi ini bisa dipicu berbagai masalah, seperti infeksi sinus, polip hidung, masalah gigi, hingga beberapa gangguan saraf.
Baca juga: Dokter: Bakteri dalam mulut bisa sebabkan sinusitis
Baca juga: Ini penyebab terjadinya sinusitis
Lantas, apa saja penyebab hidung mencium bau busuk dan bagaimana cara mengatasinya?
1. Sinusitis
Sinusitis merupakan peradangan pada sinus yang dapat terjadi akibat infeksi maupun kondisi lain. Ketika sinus mengalami masalah, lendir dapat menumpuk dan menyebabkan hidung tersumbat, nyeri atau tekanan pada wajah, serta gangguan penciuman.
Masalah pada sinus juga dapat berhubungan dengan munculnya bau tidak sedap. Mayo Clinic menyebut infeksi atau pembengkakan yang berlangsung pada hidung, sinus, dan tenggorokan dapat berkaitan dengan postnasal drip dan bau napas yang tidak sedap.
Jika bau disertai hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, nyeri wajah, atau kemampuan mencium yang berubah, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter.
2. Polip hidung
Polip hidung merupakan jaringan lunak yang tumbuh di lapisan hidung atau sinus. Kondisi ini dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan hidung tersumbat atau penciuman berkurang.
Polip hidung juga termasuk salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan phantosmia. Artinya, seseorang dapat mencium aroma tertentu yang sebenarnya tidak berasal dari lingkungan.
Penanganannya bergantung pada ukuran polip dan penyebabnya. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan langkah yang sesuai.
3. Ozena atau rinitis atrofi
Ozena, yang juga dikenal sebagai rinitis atrofi, merupakan kondisi kronis pada hidung yang dapat menyebabkan rongga hidung menjadi kering dan terbentuk kerak.
Kerak serta penumpukan kotoran di dalam hidung dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap. Kondisi ini berbeda dengan bau yang hanya muncul sesekali karena makanan atau lingkungan.
Jika hidung terus-menerus terasa kering, terdapat kerak, atau muncul bau yang menetap, pemeriksaan ke dokter spesialis THT dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Jumlah bau yang bisa dicium hidung manusia
4. Phantosmia
Jika tidak ada sumber bau di sekitar, tetapi hidung tetap mencium aroma busuk, salah satu kemungkinannya adalah phantosmia.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa phantosmia merupakan kondisi ketika seseorang mendeteksi bau yang sebenarnya tidak ada. Kondisi ini dapat muncul pada satu atau kedua lubang hidung dan aromanya bisa menyenangkan maupun tidak menyenangkan.
Penyebabnya cukup beragam, mulai dari pilek, infeksi sinus, alergi, polip hidung, migrain, masalah gigi, hingga kebiasaan merokok. Pada kasus yang jarang, phantosmia dapat berkaitan dengan gangguan neurologis tertentu.
Jika bau tersebut berlangsung selama beberapa minggu atau terus berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mencari penyebabnya.
5. Postnasal drip
Postnasal drip terjadi ketika lendir dari hidung mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang mengalami pilek, alergi, iritasi, atau masalah pada sinus.
Lendir yang berlebihan dapat membuat tenggorokan terasa penuh dan membuat seseorang lebih sering berdeham atau batuk. Namun, perlu diluruskan bahwa postnasal drip sendiri tidak selalu menjadi penyebab bau tidak sedap. Mayo Clinic menyebut bau mulut lebih sering berasal dari masalah di mulut, gigi, bakteri, mulut kering, atau kondisi tertentu lainnya.
Karena itu, jika postnasal drip disertai bau yang menetap, penyebab lainnya juga perlu diperiksa.
6. Kerusakan gigi
Tidak semua bau yang terasa sampai ke hidung sebenarnya berasal dari hidung. Masalah di dalam mulut juga dapat menjadi sumber aroma tidak sedap.
Gigi berlubang, penyakit gusi, serta penumpukan bakteri dan sisa makanan dapat menyebabkan bau mulut. Aroma tersebut kemudian dapat tercium ketika bernapas melalui hidung.
Mayo Clinic menyebut sebagian besar kasus bau napas bermula dari mulut. Kebersihan gigi yang buruk, makanan yang tersisa di sela gigi, penyakit gusi, gigi berlubang, dan bakteri pada permukaan lidah termasuk penyebab yang umum.
Karena itu, jangan hanya memeriksa hidung ketika mengalami masalah bau. Kondisi gigi dan mulut juga perlu diperhatikan.
7. Batu amandel
Batu amandel atau tonsil stones terbentuk ketika sisa makanan, bakteri, lendir, dan material lain terjebak di celah-celah amandel kemudian mengeras.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan bau mulut karena batu amandel mengandung bakteri. Aroma tersebut tentu bisa terasa ketika seseorang bernapas.
Mayo Clinic juga memasukkan batu amandel sebagai salah satu penyebab bau napas.
Jika batu amandel sering muncul atau disertai nyeri dan gangguan pada tenggorokan, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.
Baca juga: Alasan napas tetap bau meski rutin membersihkan gigi
8. Penyakit tertentu yang memengaruhi tubuh
Bau napas atau aroma yang tidak biasa terkadang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Mayo Clinic mencatat bahwa selain masalah mulut dan hidung, beberapa penyakit tertentu serta gangguan metabolisme tubuh juga dapat menyebabkan perubahan aroma napas.
Namun, bukan berarti setiap orang yang mencium bau busuk dari hidung pasti mengalami penyakit serius.
Jika aroma tidak sedap muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, terlebih jika disertai keluhan kesehatan lain, sebaiknya jangan menebak-nebak sendiri. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mencari sumber masalahnya.
9. Kebiasaan merokok
Merokok dapat membuat napas berbau tidak sedap. Selain meninggalkan aroma dari produk tembakau, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kondisi mulut.
Mayo Clinic menyebut produk tembakau sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan bau napas. Merokok juga meningkatkan risiko penyakit gusi, yang merupakan sumber bau tidak sedap lainnya.
Menghindari rokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut sekaligus mengurangi sumber bau yang tidak menyenangkan.
10. Makanan, minuman, dan obat tertentu
Apa yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi aroma napas. Bawang putih, bawang bombai, dan makanan berbumbu tertentu, misalnya, dapat menyebabkan bau khas pada napas.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa setelah makanan dicerna, sejumlah senyawa dari makanan dapat masuk ke aliran darah dan kemudian memengaruhi aroma napas melalui paru-paru. Beberapa obat juga dapat menyebabkan bau napas, baik secara langsung maupun karena membuat mulut menjadi lebih kering.
Karena itu, perhatikan apakah bau muncul setelah mengonsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu.
Cara mengatasi hidung bau busuk
Penanganan hidung atau napas yang berbau tidak bisa dilakukan dengan satu cara untuk semua orang. Kuncinya adalah mencari tahu sumber masalahnya terlebih dahulu.
Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan hidung dan mulut:
- Jaga kebersihan gigi dan mulut. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari, bersihkan lidah, dan gunakan benang gigi secara rutin untuk mengurangi sisa makanan serta bakteri.
- Cukupi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup membantu menjaga kelembapan mulut. Mulut kering dapat meningkatkan risiko bau tidak sedap.
- Kurangi makanan pemicu bau. Perhatikan makanan seperti bawang, makanan berbumbu kuat, serta konsumsi gula berlebihan yang dapat berkontribusi terhadap bau napas.
- Hindari produk tembakau. Merokok dapat menyebabkan bau napas sekaligus meningkatkan risiko masalah gusi.
- Rawat masalah gigi. Jika terdapat gigi berlubang, gusi bermasalah, atau keluhan gigi lainnya, pemeriksaan dokter gigi diperlukan. Bau tidak akan hilang secara permanen jika sumber masalahnya tidak ditangani.
- Perhatikan kondisi hidung. Hidung tersumbat, sinusitis, alergi, atau polip yang berlangsung lama sebaiknya diperiksa, terutama jika disertai perubahan kemampuan mencium.
- Jangan asal menggunakan obat hidung. Penanganan sebaiknya disesuaikan dengan penyebab. Jika keluhan menetap, dokter dapat menentukan apakah diperlukan obat atau pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan harus diperiksa?
Bau tidak sedap yang hanya muncul sesekali belum tentu menandakan masalah serius. Namun, jika Anda terus-menerus mencium bau busuk tanpa mengetahui sumbernya, keluhan berlangsung beberapa minggu, atau disertai hidung tersumbat dan perubahan kemampuan mencium, sebaiknya periksakan diri.
Baca juga: Alasan jerawat di hidung tidak boleh dipencet menurut dokter kulit
Baca juga: 6 warna cairan hidung saat flu tentukan masalah kesehatan seseorang
Baca juga: Cara obati sinusitis yang mengganggu
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.