Medan (ANTARA) - Kodam I/Bukit Barisan merampungkan pembangunan ratusan jembatan gantung atau jembatan Perintis Garuda di Sumatera Utara (Sumut) guna mempermudah akses warga di wilayah tersebut.
Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin, mengatakan sebanyak 256 jembatan telah rampung dibangun dari target 323 jembatan Perintis Garuda sejak Desember 2025.
Pangdam mengatakan selebihnya masih dalam proses pengerjaan yang dilakukan personel bersama masyarakat setempat.
"Tujuan dibangunnya jembatan Perintis Garuda tersebut untuk memberikan akses yang baik dan layak kepada masyarakat di wilayah Sumut," ucapnya.
Baca juga: Kodam I/BB selesaikan jembatan Armco titik IV di Tapanuli Utara
Ia mengatakan, pembangunan jembatan gantung itu merupakan bagian dari Program Bakti TNI yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, yang merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pembangunan jembatan gantung itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar meningkatkan perekonomian, aktivitas sosial, akses pendidikan dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah," katanya.
Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
Selain membangun jembatan Perintis Garuda, Kodam I/BB juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar air bersih 511 titik air, dan ke depannya akan terus bertambah.
Baca juga: Kodam I/BB rampungkan jembatan di Paluta penghubung antarwilayah
Fasilitas itu di antaranya pembuatan sumur bor, embung, irigasi, pipanisasi, hingga hidran yang diharapkan membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih, yang juga merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.