Jakarta (ANTARA) - Tim panahan Indonesia mengupayakan masa aklimatisasi sekitar 10 hari sebelum pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan angin di Jepang.
Pemanah recurve putri Indonesia Rezza Octavia mengatakan adaptasi menjadi penting karena kondisi di lokasi pertandingan akan berbeda dengan tempat latihan selama persiapan di Indonesia.
"Semoga lancar, ada aklimatisasi. Dari pengurus mengusahakan kami untuk aklimatisasi sekitar 10 hari sebelum pertandingan," kata Rezza di Jakarta, Senin.
Menurut Rezza, periode tersebut akan dimanfaatkan untuk mengenali karakter lapangan, terutama kondisi cuaca dan angin yang dapat memengaruhi performa pemanah.
"Biar kami tahu di sana kondisinya seperti apa, cuacanya seperti apa, kemudian anginnya seperti apa," ujar atlet Olimpiade Paris 2024 tersebut.
Pertandingan panahan Asian Games akan digelar di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Kota Okazaki, Prefektur Aichi. Arena berupa lapangan serbaguna berlapis rumput tersebut akan menjadi tempat pertandingan nomor recurve dan compound.
Berdasarkan jadwal resmi terbaru Aichi-Nagoya 2026, pertandingan panahan dimulai dengan babak kualifikasi pada 26 September dan berlangsung hingga awal Oktober.
Baca juga: Diananda kejar kondisi terbaik jelang Asian Games 2026
Adaptasi terhadap kondisi lingkungan menjadi salah satu perhatian karena panahan sangat dipengaruhi perubahan cuaca dan angin selama pertandingan.
Data klimatologi Japan Meteorological Agency (JMA) menunjukkan Okazaki pada September memiliki suhu rata-rata 23,9 derajat Celsius, dengan rata-rata suhu maksimum 29 derajat Celsius dan minimum 19,7 derajat Celsius.
Curah hujan normal September mencapai 223,5 milimeter dengan kecepatan angin rata-rata 1,6 meter per detik.
Menjelang akhir September, ketika pertandingan panahan dimulai, suhu normal harian di Okazaki berada di kisaran 21-22 derajat Celsius dengan suhu maksimum sekitar 27 derajat Celsius.
Indonesia menyiapkan 10 pemanah untuk Aichi-Nagoya yang terdiri atas enam atlet recurve dan empat compound.
Selain Rezza, sektor recurve diperkuat Riau Ega Agata Salsabilah, Alviyanto Bagas Prastyad, Ahmad Khoirul Baasith, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani.
Sementara nomor compound diisi Sostar Andaru Rinaldi, Ratih Zil'izati Fadhly, Yurike Nina Bonita Pereira, dan Nurisa Dian Ashrifah.
Baca juga: Persiapan panahan menuju Asian Games 2026 belum ideal
Baca juga: Pemanah Rezza jadikan Asian Games 2026 sasaran antara menuju Olimpiade
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.