Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi penguatan kepada warga terdampak gempa bumi yang mengungsi ke Benteng Jawa, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak sukses, cucu-cucunya juga sukses, membahagiakan keluarga, daerah, bangsa dan negara,” kata dia dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.
Kedatangan Gubernur Khofifah ke tempat itu tidak sekadar membawa bantuan namun juga menyapa warga, melihat kondisi pengungsian, serta meluangkan waktu bersama anak-anak dan para ibu untuk mendengarkan langsung kondisi mereka.
Saat melihat anak-anak bermain ular tangga, ia secara spontan bergabung dan mengajak mereka bermain bersama.
"Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama," kata dia.
Sambil bermain, ia menanyakan aktivitas dan kebutuhan anak-anak selama berada di pengungsian, termasuk perlengkapan sekolah yang diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini,” katanya.
Khofifah menilai anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk bermain, belajar, dan bermimpi meski sementara tinggal di pengungsian. Dukungan, kata dia, perlu diarahkan untuk membantu mereka kembali pada rutinitas.
Setelah bermain, ia berbincang dengan lansia dan ibu-ibu di tenda pengungsian. Seorang warga menceritakan rumahnya yang rusak akibat gempa sehingga keluarganya tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak.
Baca juga: PDIP galang bantuan hasil gotong royong untuk korban gempa NTT
Mendengar cerita tersebut, ia tampak terharu dan meminta warga tetap tabah.
Ia juga memastikan pemerintah terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan korban gempa.
“Yang sakit mudah-mudahan segera sembuh. Ibu-ibu bisa segera bangkit, sehat, kuat, semangat,” katanya.
Ia juga menindaklanjuti kebutuhan warga atas pangan. Pemprov Jatim menyiapkan tambahan lima ton beras yang akan dikirim pada 26 Agustus 2026.
“Pak Camat tadi menyampaikan ada kebutuhan tambahan beras. Tanggal 26 nanti ada kapal ke sini, jadi Jatim insya allah akan menambah beras lima ton lagi,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) 52,9 ton senilai Rp2.285.687.700. Bantuan meliputi pangan, obat-obatan, perlengkapan higiene, kebutuhan bayi dan anak, tenda, terpal, serta kompor.
Pemprov Jatim juga mengirim tujuh dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo ke RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026 dan menambah dokter serta perawat pada 22 Agustus 2026.
Selain itu, empat tenaga layanan dukungan psikososial (LDP) disiapkan untuk mendampingi anak-anak.
Sebelum meninggalkan pengungsian, Gubernur Khofifah berpesan kepada warga agar tetap kuat dan tidak kehilangan harapan.
“Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingat bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri,” katanya.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Khofifah dan Pemprov Jatim kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya warga di Benteng Jawa.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang menghadapi musibah. Kedatangan Ibu, melihat langsung kondisi warga, berbicara dengan mereka, tentu menjadi kekuatan dan semangat bagi masyarakat kami,” katanya.
Baca juga: Danamon salurkan bantuan logistik bagi korban gempa NTT
Baca juga: 98 Resolutions Network salurkan bantuan untuk korban gempa di NTT
Pewarta: Willi Irawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.