Bogor (ANTARA) — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggelar akad massal 10.000 pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8), tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-1 Bank BSN setelah resmi beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS).

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan 10.000 akad pembiayaan tersebut tidak sekadar mencerminkan kinerja operasional perseroan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi bank dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

"Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik," ujar Alex.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan akad massal tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat pembiayaan syariah secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah.

Dari total 10.000 akad, sebanyak 6.550 merupakan KPR Subsidi, 1.975 KPR Non-Subsidi, 1.215 pembiayaan non-KPR, dan 260 pembiayaan komersial. Hingga Juli 2026, Bank BSN telah menyalurkan 33.222 unit KPR Subsidi dengan pangsa pasar sekitar 24 persen secara nasional dan sekitar 84 persen di industri perbankan syariah.

Di sisi kinerja, hingga 31 Juli 2026 Bank BSN mencatat aset Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2 persen secara tahunan. Total pembiayaan mencapai Rp62 triliun atau tumbuh 25,7 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp64,1 triliun atau meningkat 14,8 persen.

Untuk memperluas akses layanan, Bank BSN juga mengembangkan mobile banking Bale Syariah by BSN yang hingga Juli 2026 telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif, dengan lebih dari 2 juta transaksi senilai Rp4,88 triliun. Bank BSN turut memperkuat ekosistem melalui kemitraan dengan lebih dari 4.000 pengembang dan 3.000 notaris serta sinergi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.