Misalnya UMKM mau ekspor, perusahaan mau ekspor, dan lain sebagainya, kita akan edukasi apa-apa yang kira-kira dibutuhkan untuk siap ekspor.
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyiapkan pendampingan calon eksportir di Kota Palu melalui klinik ekspor, sertifikasi karantina, dan pemenuhan persyaratan sanitari serta fitosanitari untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan pendampingan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar semakin siap memenuhi persyaratan ekspor.
“Misalnya UMKM mau ekspor, perusahaan mau ekspor, dan lain sebagainya, kita akan edukasi apa-apa yang kira-kira dibutuhkan untuk siap ekspor,” kata Karding, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, edukasi juga mencakup pemenuhan kualitas komoditas agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan maupun kebutuhan pembeli di luar negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama Barantin dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi karantina dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Palu.
Karding menyebut pendampingan calon eksportir mencakup bimbingan teknis ekspor, sosialisasi persyaratan sanitari dan fitosanitari, pendampingan sertifikasi karantina, serta pengembangan klinik ekspor bersama.
Barantin dan Pemkot Palu juga akan mengembangkan sistem ketertelusuran komoditas melalui pencatatan rantai pasok dan integrasi dengan sistem digital pemerintah daerah.
Penguatan ketertelusuran tersebut diperlukan untuk membantu memastikan komoditas yang diperdagangkan memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan mutu.
Karding mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha juga diarahkan pada penguatan mutu dan ketertelusuran atau traceability agar produk memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Melalui Nota Kesepahaman ini, kami berharap dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung para pelaku usaha lokal agar semakin siap melakukan ekspor, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing komoditas unggulan Kota Palu,” ujar dia.
Selain pendampingan, Barantin akan memperkuat layanan karantina melalui transformasi digital, termasuk pelayanan sertifikasi dan integrasi sejumlah data dengan pemerintah daerah.
“Di samping itu kita juga ingin agar pelayanan itu lebih cepat, efisien, transparan dengan bekerja sama dengan Kota Palu, terutama pelayanan karantina,” ujar Karding.
Ia mengatakan pengembangan digitalisasi juga akan berkaitan dengan aspek kepabeanan melalui koordinasi dengan Bea Cukai sehingga pelayanan bagi pelaku usaha dapat semakin terintegrasi.
Barantin turut memperkuat edukasi mengenai biosekuriti dan kepatuhan terhadap ketentuan karantina guna mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Penguatan standar tersebut menjadi penting mengingat peran UMKM dalam perekonomian nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Mei 2026 mencatat UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap 97 persen tenaga kerja, mencakup 60 persen investasi nasional, serta menyumbang 16 persen ekspor nonmigas.
Berdasarkan data Barantin periode Januari hingga 20 Juli 2026, lembaga tersebut telah memberikan 2.471.711 layanan sertifikasi karantina untuk kegiatan ekspor, impor, serta perdagangan domestik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 191.184 merupakan layanan sertifikasi ekspor dengan total nilai komoditas mencapai Rp224,3 triliun.
Sebelumnya, Karding juga menyatakan bahwa struktur pelaku usaha Indonesia yang masih banyak berskala kecil membuat pemenuhan standar internasional membutuhkan pendampingan dan kolaborasi berbagai pihak.
Bagi UMKM dengan keterbatasan kapasitas produksi maupun kemampuan memenuhi standar secara mandiri, Barantin juga mengembangkan pendekatan konsolidasi agar pelaku usaha dapat dipersiapkan masuk ke rantai pasok ekspor.
Baca juga: Barantin usulkan instalasi karantina besar perkuat Palu simpul dagang
Baca juga: Barantin siap bantu carikan pasar ekspor bawang goreng dari Palu
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.