Tel Aviv (ANTARA) - Otoritas zionis Israel mulai membongkar sebuah kompleks fasilitas milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Desa Kafr Aqab, kawasan paling utara Yerusalem Timur.

"Sesuai dengan arahan saya dan menindaklanjuti undang-undang yang telah kami sahkan, pengosongan kompleks UNRWA di Kafr Aqab, Yerusalem, dimulai hari ini," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam keterangan resminya, Selasa (25/8).

Pihaknya menuduh staf UNRWA terlibat dalam insiden pada 7 Oktober 2023 dan sejumlah "aksi terorisme", sehingga otoritas zionis Israel menilai badan PBB tersebut harus ditindak.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF), personel kepolisian, hingga jajaran Pemerintah Kota Yerusalem telah terjun ke lokasi untuk memulai proses pengosongan fasilitas UNRWA tersebut.

Zionis Israel juga telah menghancurkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur pada awal tahun ini. Kementerian Pertahanan Israel telah mengumumkan rencana untuk mendirikan kantor baru mereka di lahan tersebut.

Otoritas zionis Israel resmi memberlakukan undang-undang terkait larangan terhadap seluruh aktivitas UNRWA di wilayah yang dikuasainya sejak Januari 2025.

Rezim zionis tersebut mengklaim memiliki bukti dugaan keterlibatan sejumlah pegawai UNRWA dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 serta pemanfaatan infrastruktur milik badan PBB itu untuk memfasilitasi aktivitas kelompok pejuang Palestina tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Malaysia kecam serangan terhadap pusat distribusi makanan PBB di Rafah

Baca juga: UNRWA apresiasi komitmen DPR RI dukung misi kemanusiaan di Palestina

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.