Depok (ANTARA) - Indonesia Pingpong League (IPL) memadukan atlet senior dan junior dalam persiapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) tenis meja untuk menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, sebagai bagian dari upaya regenerasi dan menjaga prestasi berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) IPL Yon Mardiyono menjelaskan terdapat 10 atlet yang dipersiapkan untuk bertanding pada Asian Games 2026 dan terdiri atas masing-masing lima atlet putra serta putri.
"Dari 10 atlet utama, komposisinya terdiri atas 60 persen atlet senior dan 40 persen atlet junior berusia di bawah 20 tahun, jadi komposisi tersebut dipilih untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian prestasi saat ini dan proses regenerasi atlet tenis meja Indonesia," kata dia seusai mengikuti pembukaan BRI Grand Final Indonesia Pingpong League Season 2 2026 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu.
Baca juga: Grand Final IPL jadi panggung uji Asian Games 2026
Selain 10 atlet yang akan bertanding di Jepang, IPL juga menyiapkan dua atlet tambahan berstatus cadangan. Keduanya merupakan atlet berusia di bawah 19 tahun yang dibawa untuk mendapatkan pengalaman dan melihat langsung atmosfer pertandingan Asian Games.
Menurut Yon, kehadiran dua atlet muda tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk memahami karakter lawan dan atmosfer kompetisi internasional. Meski tidak bertanding, pengalaman itu diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus bekal dalam pengembangan karier mereka.
"Dalam proses pemilihan atlet pelatnas itu kami melakukan tahap evaluasi dari hasil poin peringkat (ranking) bagi atlet-atlet yang bermain di liga atau IPL, setelah itu kami juga mengevaluasi dari beberapa pertandingan baik di dalam maupun di luar negeri," tambah dia.
Baca juga: Persiapan pelatnas pingpong Asian Games 2026 sejalan untuk SG 2027
Yon menambahkan atlet muda perlu mendapat pengalaman menghadapi lawan internasional sejak dini agar terbiasa dengan tekanan dan kualitas persaingan. Konsistensi pembinaan juga dinilai menjadi kunci untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di level dunia.
Terkait pembiayaan, tambah dia, pemerintah menanggung masing-masing dua atlet putra dan putri dari 10 atlet utama untuk kebutuhan pelatnas dan keperluan lainnya. Sementara sisanya dibiayai oleh IPL secara mandiri.
Langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan IPL dalam membangun pembinaan jangka panjang sekaligus mengejar prestasi lebih tinggi.
Baca juga: Timnas tenis meja tak dibebani target tinggi pada Asian Games
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.