Jakarta (ANTARA) -

Menjaga hubungan agar tetap harmonis tentu tidak selalu mudah. Perbedaan kebiasaan, cara berkomunikasi, hingga persoalan sehari-hari bisa memicu konflik. Namun, penelitian menunjukkan bahwa harapan untuk terus memperbaiki hubungan dapat membantu pasangan melewati berbagai tantangan.

Melansir dari laman Psychology Today pada Rabu, penelitian University of Rochester yang dipimpin Claire Shimshock pada 2026 memperkenalkan konsep “relational hope”, yaitu harapan dan dorongan pasangan untuk mencapai tujuan bersama dalam hubungan.

Konsep ini berbeda dari sekadar berpikir positif atau berharap semuanya akan berjalan baik. Harapan dalam hubungan membuat pasangan terdorong untuk mencari cara ketika menghadapi masalah dan percaya bahwa hubungan mereka masih dapat berkembang.

Baca juga: 6 tips jitu mengembalikan hubungan asmara yang sudah hambar

Baca juga: Panduan menjaga hubungan harmonis sejak hari pertama nikah

Peneliti menemukan tiga unsur utama dalam relational hope. Pertama, kemauan untuk terus memperbaiki hubungan. Kedua, kemampuan mencari strategi atau pendekatan baru ketika menghadapi masalah. Ketiga, keyakinan bahwa hubungan memiliki masa depan yang baik.

Penelitian tersebut melibatkan pasangan dengan rata-rata usia 36 tahun yang telah menjalani hubungan selama sekitar 10 tahun. Dalam penelitian pertama, pasangan berdiskusi mengenai tujuan hubungan mereka. Penelitian kedua mengikuti pasangan selama tiga bulan untuk melihat bagaimana harapan dalam hubungan berkaitan dengan perkembangan hubungan mereka.

Hasilnya menunjukkan pasangan dengan relational hope yang lebih tinggi cenderung memiliki kepuasan hubungan dan komitmen yang lebih baik serta lebih mampu menyelesaikan konflik. Harapan tersebut juga berkaitan dengan hubungan yang lebih kuat dari waktu ke waktu.

Tujuan yang ingin dicapai para pasangan cukup beragam. Sebanyak 20 persen pasangan ingin memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama, misalnya dengan mencari hobi bersama atau merencanakan liburan. Sebanyak 16 persen membicarakan rencana keluarga dan kehidupan, sementara 13 persen berfokus pada komunikasi dan cara mengelola konflik.

Persoalan sehari-hari juga menjadi perhatian. Sebanyak 13 persen pasangan ingin memperbaiki hal-hal praktis seperti mengatur keuangan, membuat anggaran, dan membagi pekerjaan rumah.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjaga harapan dalam hubungan bukan berarti mengabaikan masalah atau sekadar meyakini semuanya akan baik-baik saja. Pasangan perlu membicarakan apa yang ingin mereka capai, mencari cara untuk mengatasi hambatan, dan bersedia mencoba pendekatan baru.

Misalnya, pasangan yang sering berbeda pendapat soal cara menjalani kehidupan dapat menyepakati waktu khusus untuk berbicara, mendengarkan sudut pandang masing-masing, lalu mencari jalan tengah yang bisa diterapkan bersama.

Dengan membangun harapan seperti itu, pasangan memiliki tujuan yang ingin dicapai sekaligus cara untuk menghadapinya. Hal tersebut dapat membantu hubungan tetap bertumbuh ketika menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga: 10 cara membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan

Baca juga: Tips kerja sama tim antarpasangan agar mengasuh anak tanpa kelelahan

Baca juga: Rahasia hubungan awet dan bahagia: Pentingnya effort dari kedua pihak

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.