Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan empat unit mobil derek di sejumlah titik saat berlangsungnya unjuk rasa di kawasan Gedung DPR, yaitu di Pintu 10, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX.
Selain itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan 10 titik pengaturan lalu lintas, yakni di Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, traffic light (TL) Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta Ladokgi bawah/kolong.
“Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas, berhati-hati dalam berkendara, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas terkini,” kata Budi di Jakarta, Kamis.
Dia menyebutkan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan kepolisian serta unsur terkait dalam pelaksanaan pengaturan lalu lintas.
Baca juga: Menko Polkam: Pemerintah kawal masyarakat sampaikan aspirasi ke DPR
Dishub DKI Jakarta turut menyiagakan 120 petugas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama berlangsungnya penyampaian pendapat.
Budi menyebutkan sebanyak 60 petugas disiagakan pada shift pertama pukul 07.00–13.00 WIB dan 60 petugas pada shift kedua pukul 13.00–19.00 WIB.
Pengaturan lalu lintas pun telah disiapkan di tiga zona. Zona 1 meliputi kawasan DPR/MPR (Senayan), Zona 2 merupakan kawasan pengaturan lalu lintas di sekitar koridor Senayan-Gatot Subroto-Sudirman, sedangkan Zona 3 mencakup kawasan DPR/MPR dan kawasan Istana.
“Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan,” ungkap Budi.
Baca juga: Ada demo di DPR, Dishub DKI siapkan pengalihan lalin situasinoal
Baca juga: Massa diimbau tidak rusak fasilitas umum saat sampaikan aspirasi besok
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.