Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan destinasi wisata alam dan desa wisata agar tidak hanya menjadi tujuan kunjungan, tetapi mampu berkembang menjadi destinasi perjalanan insentif (incentive trip) berkelas nasional.
Hal itu disampaikannya dalam workshop bertajuk "Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah sebagai Daya Tarik Tujuan Wisata Perjalanan Insentif (Incentive Trip)" di Pantai Ngiriboyo dan Desa Wisata Sendang, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (26/8).
Dikutip dari keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis, Novita menilai Pacitan sebenarnya telah memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan di Pacitan pada 2023 mencapai sekitar 1,3 juta kunjungan. Pada 2024, tercatat sekitar 1,14 juta kunjungan yang terdiri dari lebih dari 1,14 juta wisatawan domestik dan 324 wisatawan mancanegara.
Namun, menurutnya, harus ada upaya agar wisatawan menjadikan Pacitan destinasi wisata dalam jangka waktu lama dan membelanjakan uang mereka.
Legislator dari komisi yang membidangi pariwisata tersebut pun mendorong penerapan perjalanan insentif bagi pariwisata Pacitan, yakni perjalanan yang diberikan oleh perusahaan sebagai penghargaan ataupun motivasi bagi karyawan.
Wisatawan, khususnya rombongan perusahaan atau komunitas, tidak cukup hanya diajak mengunjungi satu objek wisata, berfoto, kemudian pulang. Menurutnya, yang harus dijual adalah pengalaman yang terintegrasi.
"Bayangkan sebuah perusahaan membawa tim terbaiknya ke Pacitan. Pagi menikmati pantai, siang melakukan kegiatan kebersamaan, sore menyusuri sungai atau menikmati gua, malam makan bersama dengan sajian UMKM lokal dan pertunjukan budaya. Besoknya mereka pulang membawa oleh-oleh, konten, kenangan, dan cerita bahwa Pacitan ternyata luar biasa," ujarnya.
Untuk memperkuat posisi Pacitan sebagai destinasi perjalanan insentif, Novita menawarkan empat agenda utama.
Pertama, menyiapkan paket wisata yang siap dijual, mulai dari paket dua hari, tiga hari atau lebih yang terintegrasi dengan destinasi, hotel, transportasi, kuliner, aktivitas kebersamaan, budaya dan UMKM.
Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, pemandu wisata, pengelola destinasi, hotel, rumah makan, transportasi hingga pelaku oleh-oleh merupakan bagian dari wajah pariwisata Pacitan.
Ketiga, memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, DPR RI, pelaku industri pariwisata, agen perjalanan, hotel, komunitas, UMKM, desa wisata dan generasi muda.
Keempat, mengubah strategi promosi dari sekadar menjual keindahan menjadi menjual pengalaman.
"Anak-anak muda Pacitan punya kemampuan luar biasa membuat konten. Jangan hanya menjual foto pantai yang cantik. Mari kita jual pengalaman bagaimana rasanya menikmati sunrise, kuliner khas, menyusuri Maron, menikmati Goa Gong hingga merasakan kebersamaan dalam perjalanan yang tidak ditemukan di tempat lain," ucap Novita.
Baca juga: Anggota DPR serahkan ambulans gratis untuk warga di momen HUT RI
Baca juga: Komisi VII DPR dan BSN dorong UMKM Trenggalek penuhi standar nasional
Baca juga: Anggota DPR dorong pisang cavendish jadi penggerak ekonomi Ponorogo
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.