Jakarta (ANTARA) - Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi dalam postur pertahanan Indonesia bukan sekadar tentang bertambahnya satu kapal besar dalam armada TNI Angkatan Laut. Lebih jauh dari itu, kapal induk membawa perubahan cara pandang terhadap posisi Indonesia sebagai negara kepulauan, negara maritim, sekaligus salah satu kekuatan penting di kawasan Indo-Pasifik.
Jika tidak ada perubahan dalam prosesnya, Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada September 2026 ini. Kapal buatan Fincantieri tersebut memiliki panjang sekitar 180 meter, kecepatan maksimum 30 knot, serta daya jelajah hingga sekitar 7.000 mil laut. Indonesia juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung di Lampung dan mengirim personel untuk menjalani pelatihan pengoperasian kapal tersebut.
Namun, ada satu hal yang penting dipahami sejak awal yaitu kapal ini bukan kapal induk baru.
Giuseppe Garibaldi telah berusia lebih dari 40 tahun dan sebelumnya digunakan oleh Angkatan Laut Italia. Karena itu, Indonesia membutuhkan proses retrofit atau rekondisi dan modernisasi untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan operasional TNI AL. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyampaikan bahwa status hibah kapal tidak berarti tidak ada biaya. Anggaran tetap diperlukan untuk melakukan retrofit, penyesuaian sistem, keselamatan, serta kebutuhan operasional lainnya.
Justru di sinilah menariknya.
Kapal tua tidak selalu berarti kemampuan tua
Dalam dunia pertahanan modern, kemampuan sebuah platform tidak hanya ditentukan oleh usia lambung kapal. Nilainya juga ditentukan oleh apa yang dipasang di atasnya dari sistem komunikasi, sensor, jaringan komando dan kendali, perangkat navigasi, sistem keselamatan, kemampuan operasi udara, integrasi drone, hingga interoperabilitas dengan kapal dan satuan lain.
Baca juga: AL pastikan penggunaan kapal induk sesuai dengan doktrin TNI
Dengan retrofit yang tepat, platform lama dapat memperoleh kemampuan baru. Indonesia bahkan telah menunjukkan bahwa proses overhaul dan modernisasi dapat memperpanjang usia pakai sekaligus mengembalikan kemampuan operasional alutsista.
Karena itu, Giuseppe Garibaldi sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai "kapal induk bekas", melainkan sebagai platform strategis yang dapat diberi kemampuan baru sesuai kebutuhan Indonesia.
Dari kapal perang menjadi pusat operasi bergerak
Keunggulan paling mendasar kapal induk adalah kemampuannya membawa dan mengoperasikan unsur penerbangan dari laut.
Ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki kapal perang biasa.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.