Jakarta (ANTARA) -

Tidak ada satu waktu tidur yang paling ideal untuk semua orang. Waktu tidur yang tepat bergantung pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh serta kemampuan seseorang menjaga durasi dan jadwal tidur secara konsisten.

Dilansir dari Eating Well, Kamis, Psikolog Eric Zhou, Ph.D., dari Harvard Medical School mengatakan waktu tidur sebaiknya disesuaikan dengan ritme sirkadian masing-masing orang.

Psikiater Nishi Bhopal, M.D., menyarankan seseorang menentukan waktu tidur berdasarkan waktu bangun yang dibutuhkan setiap hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.

Menurut Bhopal, menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat berkualitas dan menjaga energi sepanjang hari.

Baca juga: Jam tidur ideal berdasarkan usia agar tubuh lebih sehat dan bugar

Zhou menjelaskan sebagian orang merupakan tipe “early bird” yang cenderung merasa lebih baik jika tidur lebih awal dan bangun pagi. Sebaliknya, “night owl” biasanya lebih nyaman tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Namun, sebagian besar orang berada di antara kedua tipe tersebut.

Selain waktu tidur, kualitas tidur juga berperan terhadap energi pada keesokan harinya. Sering terbangun pada malam hari, sulit tertidur kembali, atau tetap merasa lelah pada siang hari meski sudah tidur cukup dapat menjadi tanda kualitas tidur yang kurang baik.

Zhou mengatakan terbangun satu atau dua kali pada malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal jika seseorang dapat kembali tidur dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Namun, sering terbangun atau terjaga dalam waktu lama pada tengah malam dapat mengganggu kualitas tidur.

Bhopal menambahkan tidur kurang dari tujuh jam dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, dan waktu reaksi. Kekurangan tidur juga dapat terakumulasi jika berlangsung terus-menerus.

Untuk membantu menjaga kualitas tidur, Bhopal menyarankan agar seseorang tidak terlalu terobsesi mencari “tidur sempurna”. Stres dan kecemasan mengenai kualitas tidur justru dapat membuat seseorang semakin sulit beristirahat.

Baca juga: Kiat mengatur siklus tidur agar dapat bangun tanpa mengalami pusing

Paparan sinar matahari pada pagi hari, aktivitas fisik secara rutin, pengelolaan stres, serta mengurangi penggunaan stimulan juga dapat membantu. Dokter Ruchir Patel, M.D., FACP., menyarankan menghindari kafein enam hingga delapan jam sebelum tidur dan nikotin setidaknya dua jam sebelum tidur.

Bhopal juga menyarankan mengurangi penggunaan ponsel pada malam hari. Waktu sebelum tidur dapat dimanfaatkan untuk membaca, mendengarkan musik, melakukan peregangan, mandi, berjalan santai, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Jika seseorang sudah tidur cukup tetapi tetap merasa lelah setiap hari, Bhopal menyarankan berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tidur.

Dengan demikian, menentukan waktu tidur tidak perlu terpaku pada jam tertentu. Menyesuaikan jadwal dengan ritme tubuh, mencukupi durasi tidur, dan menjaga pola tidur yang konsisten lebih penting untuk membantu mempertahankan energi dan kesehatan.

Baca juga: Waktu tidur yang ideal untuk menjaga kesehatan

Baca juga: Ini waktu tidur siang yang ideal bagi anak

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.