Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata siap membantu upaya pemulihan Desa Adat Sade di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Kamis (27/8) meninjau Desa Adat Sade serta mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna membahas pemulihan desa adat yang mengalami kerusakan masif akibat kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata akan mendukung pemulihan ekosistem pariwisata di Desa Adat Sade, termasuk membantu meningkatkan kapasitas dan memberdayakan masyarakatnya.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah serta tim lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran di Desa Adat Sade berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 juga tercatat menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.

Baca juga: Pemerintah siapkan rencana pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah

Menteri Pariwisata mengemukakan perlunya penyusunan rencana jangka panjang yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, para mitra, dan masyarakat adat dalam upaya pemulihan Desa Adat Sade, termasuk pelaksanaan rekonstruksi dan penggalangan dananya.

Ia juga menyampaikan perlunya penyusunan rencana induk rekonstruksi desa adat yang melibatkan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan desa adat.

Rekonstruksi Desa Adat Sade dinilai perlu mencakup pembangunan sistem proteksi kebakaran terintegrasi, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan komunal dan embung atau penampungan air darurat.

Pembangunan sarana sanitasi dan pengelolaan sampah/limbah juga dinilai perlu diperhatikan dalam pelaksanaan rekonstruksi desa adat tersebut.

Harapannya, pembangunan kembali Desa Adat Sade nantinya bisa menjadi acuan bagi desa-desa adat lain dalam meningkatkan upaya keselamatan dan mitigasi bencana.

Dalam jangka pendek, Menteri Pariwisata mengatakan, dapur umum dan dukungan pemulihan trauma perlu disediakan bagi warga yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade.

Selanjutnya, menurut dia, bimbingan teknis perlu diadakan secara berkala bagi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa adat guna meningkatkan pemahaman mereka mengenai prosedur operasional standar tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Ia juga mengemukakan perlunya penyediaan bantuan modal kerja, bantuan alat menenun, dan sarana pendukung kegiatan ekonomi bagi warga yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade.

Kementerian Pariwisata memberikan bantuan alat tenun guna membantu warga Desa Adat Sade memulihkan kegiatan usaha sekaligus menjaga tradisi Suku Sasak.

Selain itu, Kementerian Pariwisata berencana membantu pembangunan museum sementara dan masjid di Desa Adat Sade.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan kondisinya seperti sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakatnya.

Baca juga: NTB bentuk satgas pemulihan Desa Adat Sade pasca-kebakaran

Baca juga: Fadli Zon sebut pemerintah susun rekonstruksi Desa Adat Sade

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.